Kompas.com - 01/06/2013, 06:49 WIB
EditorPalupi Annisa Auliani

BEKASI, KOMPAS.com — Paulinus Refra tabah menghadapi kenyataan bahwa putra bungsunya, Fransiskus Refra atau yang dikenal sebagai Tito Refra Kei, tewas ditembak orang tak dikenal, Jumat (31/5/2013) malam. Tak ada air mata di wajah lelaki berusia 80 tahun ini saat menerima ucapan dukacita dari sanak kerabat.

"Sedih, tapi itu sudah jalan Tuhan. Kita semua akan mati, tinggal waktu yang berbeda-beda," ujar Paulinus, soal kejadian ini, Sabtu (1/6/2013) dini hari. Hingga menjelang subuh, lelaki tua berbadan gempal ini tetap bertahan di halaman rumah duka di Kompleks Perumahan Titian Indah, Bekasi, Jawa Barat.

Mengenakan kaus bertuliskan Juventus, klub sepa kbola asal Italia, Paulinus bertahan di bawah tenda yang didirikan di depan rumah duka. Dia pun mengenakan sepatu coklat, jins, dan topi merah. Dia adalah kakek dari 24 cucu dengan 17 cucu lelaki dan 7 perempuan, dan 1 buyut, bergadang tanpa jaket ataupun selimut. Meski serak suaranya, nada bicara Paulinus masih menggebu-gebu.

Tito adalah anak terakhir dari enam anak Paulinus. Tito adalah adik John Kennedy Kei Refra yang saat ini mendekam di penjara. John divonis 12 tahun penjara atas kasus pembunuhan bos PT Sanex Steel, Tan Harry Tantono alias Ayung.

 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X