KPK Pastikan Prioritaskan Kasus Dada Rosada

Kompas.com - 01/06/2013, 03:00 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Penetapan status Wali Kota Bandung Dada Rosada akan dilakukan setelah semua tersangka hasil operasi tangkap tangan terkait penyuapan terhadap Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung Setyabudi Tejocahyono selesai disidik. Dalam operasi tangkap tangan tersebut, KPK telah menetapkan empat tersangka. yaitu Setyabudi, Asep Triatna, Toto Hutagalung, dan Hery Nurhayat.

Jumat (31/5), KPK kembali memeriksa Dada sebagai saksi untuk kelima kali atau keempat kali selama sepekan ini. Kemarin, Dada diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Setyabudi. Dada datang ke KPK sekitar pukul 10.00 dan baru selesai diperiksa pukul 20.30.

Soal penetapan status Dada sebagai tersangka, Juru Bicara KPK Johan Budi SP tidak secara jelas mengatakan kapan waktunya. Johan mengakui, KPK memang mempercepat penanganan kasus suap ini, termasuk di antaranya dengan berkali-kali memeriksa Dada.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto juga menyatakan, ”Setelah selesai penyidikan OTT (operasi tangkap tangan) Bandung selesai, kasus Dada akan jadi salah satu prioritas yang ditangani.”

Apalagi, Bambang pernah mengungkapkan, uang suap untuk Setyabudi diduga berasal dari patungan kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kota Bandung. ”Sebagian dana memang dari situ, sebagian lagi dari yang lain,” katanya.

Sumber lain ini, lanjut Bambang, salah satunya diduga berupa pinjaman pihak ketiga. ”Kami sedang menyelidiki apakah benar meminjam atau kontraprestasi atas sesuatu yang diberikan,” ujarnya.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan KPK terhadap Setyabudi, 22 Maret lalu. Setyabudi ditangkap di ruang kerjanya sesaat setelah diberi uang Rp 150 juta oleh Asep. Belakangan diketahui, Asep adalah suruhan Toto, pemimpin salah satu organisasi masyarakat di Bandung yang dikenal dekat dengan Dada. Perusahaan Toto merupakan salah satu rekanan Pemerintah Kota Bandung dalam pengelolaan parkir di Pasar Andir, Bandung.

Seusai diperiksa, Dada membantah telah memerintahkan menyuap Setyabudi untuk mengamankan dirinya dalam perkara korupsi dana bantuan sosial. ”Enggak, enggak ada itu,” ujarnya singkat.

Dia juga membantah memerintahkan anak buahnya, para kepala satuan kerja perangkat daerah, mengumpulkan uang untuk menyuap Setyabudi. ”Enggak, enggak,” katanya.

Setelah selesai melakukan penyidikan terhadap mereka yang tertangkap tangan dalam kasus ini, kata Johan, KPK memang akan memfokuskan pengembangan kasus ini pada pemberi dan penerima suap. (BIL)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.