Liburan Ajang Uji Coba Arus Mudik

Kompas.com - 30/05/2013, 02:58 WIB
Editor

Semarang, Kompas - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat akan menggunakan kesempatan liburan sebagai ajang uji coba pelaksanaan pengaturan lalu lintas arus mudik Lebaran.

”Biasanya saat liburan sekolah terjadi peningkatan arus lalu lintas di pantai utara. Kesempatan itu akan kami gunakan untuk melaksanakan manajemen lalu lintas untuk Lebaran nanti,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Suroyo Alimoeso, di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (29/5).

Manajemen lalu lintas yang dilakukan antara lain membelokkan kendaraan yang keluar dari Jalan Tol Pejagan ke kanan, ke arah Purwokerto. Namun, dari jalan itu akan dilanjutkan ke jalan alternatif yang nanti akan tembus lagi ke pantura. Dengan sedikit memutar itu, kendaraan akan terhindar dari kemacetan di pintu kereta api.

Saat arus mudik Lebaran nanti PT Kereta Api Indonesia menambah 40 rangkaian kereta sehingga menjadi 262 rangkaian. Dengan demikian, buka tutup pintu kereta akan lebih sering.

Selain itu, Suroyo mengatakan, pihaknya akan mengatur alur lalu lintas di sekitar stasiun pengisian bahan bakar untuk umum karena biasanya terjadi penumpukan kendaraan di sana. ”Kami juga akan meminta kesediaan beberapa toko atau warung yang keberadaannya bisa mengganggu kelancaran lalu lintas untuk tutup sementara selama arus mudik. Kalau perlu, kami bayar pengganti keuntungan selama mereka tutup,” ujar Suroyo.

Ia mengakui, walaupun dilakukan manajemen lalu lintas, kemacetan akan tetap terjadi karena masih ada pasar tumpah dan aktivitas warga lainnya di tepi jalan.

Sementara itu, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono menjelaskan, hasil survei Litbang Kementerian Perhubungan di 12 provinsi menunjukkan jumlah pemudik akan mencapai 20 juta orang. Sebanyak 60 persen pemudik akan menggunakan kendaraan pribadi dan sepeda motor.

Diperkirakan, jumlah pemudik dengan mobil pribadi akan meningkat 6-8 persen dibandingkan tahun lalu. Adapun jumlah pemudik dengan sepeda motor akan meningkat 8-10 persen.

Untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik itu, Kementerian Pekerjaan Umum juga sudah meningkatkan kapasitas jalan dan memperbaiki jalan rusak. ”Seluruh pekerjaan perbaikan jalan akan selesai saat arus mudik. Termasuk juga jembatan yang kami ganti konstruksinya,” kata Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak. (ARN)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.