Kompas.com - 17/05/2013, 19:54 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

KEDIRI, KOMPAS.com — Pengurus jemaah Ahmadiyah wilayah Tulungagung, Jawa Timur, selain melaporkan kepada polisi kasus perusakan Masjid Baitul Salam milik Ahmadiyah di Desa Gempolan, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (16/5/2013), malam kemarin, juga meminta perlindungan kepada polisi.

"Kami menitip warga kami di Tulungagung, terutama keselamatannya," kata Aminullah Yusuf, mubalig atau juru dakwah Ahmadiyah wilayah Eks Karesidenan Kediri saat ditemui di Masjid At-Taqwa di lingkungan rumahnya, Kelurahan Ngadisimo, Kota Kediri, Jumat (17/5/2013).

Permintaan itu, Aminullah menambahkan, telah disampaikannya secara langsung kepada Kapolres Tulungagung bersamaan dengan penyerahan surat laporan kejadian perusakan masjid. Ia menganggap perlu untuk meminta perlindungan karena khawatir terjadi penekanan atau bahkan pengancaman terhadap warganya. "Bisa saja mereka ditekan atau diancam oleh orang-orang yang tidak senang," imbuhnya.

Ia berharap peristiwa ini tidak terulang kembali di masa mendatang. Jika masih terjadi kembali, ia akan meminta bantuan pengurus pusat Ahmadiyah maupun jaringannya yang lain agar menindaklanjuti penanganannya di tingkat kepolisian yang lebih tinggi. " Mungkin akan dilakukan oleh pengurus kami di pusat," tegasnya.

Aminullah Yusuf menuturkan, jumlah jemaah Ahmadiyah se-Eks Karesidenan Kediri yang meliputi wilayah Kediri, Tulungagung, Blitar, Trenggalek, mencapai 500 anggota. Sementara itu, khusus untuk Tulungagung, ada 10 anggota yang tersebar di berbagai kecamatan. Kelompok Ahmadiyah mulai masuk di Kediri pada kisaran tahun 1995. Saat itu, Aminullah Yusuf bertanggung jawab melakukan pembinaan kepada para anggotanya.

Lambat laun, Aminullah Yusuf kemudian meminta pusat untuk menambah jumlah mubaligh hingga datanglah Rizal Fazli Mubarrok yang bertugas di Tulungagung. Belum lama atau baru sepekan kedatangan Rizal Fazli Mubarrok dalam melakukan tugasnya, terjadilah aksi massa itu. Kini mereka masih menunggu penyelesaian kasus ini.

Sebelumnya diberitakan, masjid milik kelompok Ahmadiyah di Desa Gempolan, Pakel, Tulungagung, dirusak massa, Kamis malam. Akibat perusakan itu, masjid yang belum sempurna pembangunannya itu mengalami rusak pada bagian kacanya. Tidak ada korban jiwa atau luka dalam peristiwa itu. Setelah kejadian, para pemimpin Ahmadiyah Tulungagung diungsikan di Kota Kediri. Suasana lokasi kejadian sudah kondusif dan beberapa personel dari unsur polisi maupun TNI masih berjaga di sekitar masjid.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.