PKS: Mobil yang Disita KPK Milik Luthfi Hasan

Kompas.com - 07/05/2013, 12:03 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengakui, ada mobil milik mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq yang disegel Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, mobil-mobil ini dipastikan bukan mobil operasional partai.

"Itu ada dua mobil yang memang suka dipakai Pak Luthfi. Beliau memang suka pakai VW atau Mazda. Tapi mobil-mobil ini tidak stand by di DPP, hanya digunakan untuk keperluan Pak Luthfi," ujar Ketua DPP bidang Hubungan Masyarakat PKS Mardani Ali Sera, saat dihubungi, Selasa (7/5/2013).

Mardani mengatakan, mobil-mobil itu memang sering dipakai untuk menjemput atau mengantarkan tamu-tamu PKS. Namun, ia mengungkapkan, mobil itu bukanlah mobil operasional PKS.

"Disegel di DPP hanya karena mobil itu ditaruh di situ sejak Pak Luthfi tidak ada, tapi bukan mobil operasional," ujarnya.

Sementara itu, sebuah mobil lagi yang disita KPK ialah Toyota Fortuner, Mardani mengaku tidak mengetahui pemiliknya.

Hal berbeda disampaikan Anggota Majelis Syuro PKS Refrizal. Refrizal mengatakan, dari tiga yang disegel KPK, hanya satu buah milik Luthfi Hasan yakni Mazda CX9.

"Itu sudah diklarifikasi oleh beliau bahwa diperoleh dengan cara mencicil. Beliau dulu kan Komisi I sering ke luar negeri mungkin ada sisa dari perjalanan itu, digunakan untuk beli mobil," kata Refrizal.

Menurutnya, memang ada mobil milik DPP PKS yang turut disegel, tetapi ia tak tahu jenisnya. "Kami kan ada sumbangan kader, ya digunakan untuk membeli kendaraan operasional. Kami nyumbang sampai Rp 20 juta," ungkap Refrizal.

Seperti diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel tiga mobil yang berada di Kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera, Senin (6/5/2013) malam. Mobil-mobil itu adalah VW Carravelle B 948 RFS, Mazda CX9 B 2 MDF, dan Fortuner B 544 RFS. Diduga, ketiga mobil ini berkaitan dengan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dan pencucian uang kepengurusan tambahan kuota impor daging sapi.

"Mobil-mobil tersebut diduga terkait dengan tersangka LHI (Luthfi Hasan Ishaaq)," kata Juru Bicara KPK Johan Budi, melalui pesan singkat.

Sebelumnya, KPK menyita Toyota FJ Cruiser bernomor polisi B 1340 TJE yang diduga milik Luthfi. FJ Cruiser itu kini diamankan di halaman parkir Gedung KPK, Kuningan, Jakarta. KPK memeriksa Bendahara Umum DPP PKS Mahfudz Abdurrahman pada 17 April dan 23 April 2013. Mahfudz diajukan sejumlah pertanyaan penyidik KPK, di antaranya mengenai kepemilikan sejumlah mobil. Ia diminta memisahkan mobil milik partai dengan milik mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, yang menjadi tersangka dalam kasus ini.

Dari sejumlah mobil yang dikonfirmasikan penyidik kepadanya, Mahfudz membenarkan PKS memiliki Volkswagen Caravelle. Harga mobil jenis ini ada yang mencapai Rp 1 miliar.

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Skandal Suap Impor Daging Sapi

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Rapat Bareng Komisi III, Dirjen Imigrasi Beberkan Alur Orang Masuk Indonesia

    Rapat Bareng Komisi III, Dirjen Imigrasi Beberkan Alur Orang Masuk Indonesia

    Nasional
    Kemenkes: Bukan Harga Eceran Alat, Rp 150.000 Tarif Pemeriksaan Rapid Test

    Kemenkes: Bukan Harga Eceran Alat, Rp 150.000 Tarif Pemeriksaan Rapid Test

    Nasional
    Istilah New Normal Salah, Menko PMK Minta Tak Diributkan

    Istilah New Normal Salah, Menko PMK Minta Tak Diributkan

    Nasional
    Dirjen Imigrasi Akui Tak Semua Perbatasan Indonesia Ada Pos Pemeriksaan

    Dirjen Imigrasi Akui Tak Semua Perbatasan Indonesia Ada Pos Pemeriksaan

    Nasional
    Dibanding New Normal, Ahli Sarankan Pemerintah Sosialisasikan Ini...

    Dibanding New Normal, Ahli Sarankan Pemerintah Sosialisasikan Ini...

    Nasional
    Diksi 'New Normal' Salah, Pemerintah Disarankan Pakai Istilah yang Dimengerti Publik

    Diksi "New Normal" Salah, Pemerintah Disarankan Pakai Istilah yang Dimengerti Publik

    Nasional
    Komisi VIII: Banyak Masyarakat Salah Paham soal New Normal

    Komisi VIII: Banyak Masyarakat Salah Paham soal New Normal

    Nasional
    Gugus Tugas: Masih Ada Masyarakat Percaya Covid-19 Konspirasi

    Gugus Tugas: Masih Ada Masyarakat Percaya Covid-19 Konspirasi

    Nasional
    Pengaktifan Tim Pemburu Koruptor Dinilai Tak Akan Efektif

    Pengaktifan Tim Pemburu Koruptor Dinilai Tak Akan Efektif

    Nasional
    Pemerintah Pertimbangkan Buka Sekolah di Zona Kuning Covid-19

    Pemerintah Pertimbangkan Buka Sekolah di Zona Kuning Covid-19

    Nasional
    Diksi 'New Normal' Salah, Ahli: Berdampak pada Masyarakat, Kasus Tidak Turun-turun

    Diksi "New Normal" Salah, Ahli: Berdampak pada Masyarakat, Kasus Tidak Turun-turun

    Nasional
    Jawab Ahmad Dhani, Andre Rosiade Bantah Teken Surat Pemecatan Gerindra Saat Dilantik

    Jawab Ahmad Dhani, Andre Rosiade Bantah Teken Surat Pemecatan Gerindra Saat Dilantik

    Nasional
    Pemerintah Siapkan Sanksi Tegas bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

    Pemerintah Siapkan Sanksi Tegas bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

    Nasional
    Wakil Ketua KPK Khawatir Pengaktifan Kembali Tim Pemburu Koruptor Akan Kontraproduktif

    Wakil Ketua KPK Khawatir Pengaktifan Kembali Tim Pemburu Koruptor Akan Kontraproduktif

    Nasional
    Hindari Penularan Covid-19 Saat Pilkada, KPU Gelar Rapid Test Berkala Penyelenggara

    Hindari Penularan Covid-19 Saat Pilkada, KPU Gelar Rapid Test Berkala Penyelenggara

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X