Ribuan Pelayat Antar Uje, Depan TPU Karet Macet

Kompas.com - 26/04/2013, 15:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ribuan orang ikut mengantar jenazah almarhum ustaz Jeffry Al Buchori (40) ke TPU Karet Pasar Baru Barat, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2013). Jalan di sekitar TPU macet. Aparat kepolisan bersama personel TNI mengamankan pintu masuk lokasi pemakaman.

Pantauan Kompas.com, mobil jenazah yang membawa almarhum Uje -sapaannya- memasuki lokasi pemakaman sekitar pukul 13.15 WIB. Mobil jenazah mendapat pengawalan dari petugas kepolisian langsung masuk menuju ke dalam area pemakaman setelah dishalatkan terlebih dahulu di Masjid Istiqal, Jakarta.

Kendaraan masuk melalui jalur depan Hotel Shangrila dan memutar masuk di Jalan KH Mas Mansyur yang mengarah ke Tanah Abang. Pengendara roda dua dan roda empat yang melalui persis depan lokasi pemakaman macet.

Petugas kepolisian yang mengatur lalu lintas disibukkan dengan ribuan pengantar yang mengendarai kendaraan roda dua. Sementara, pengendara yang melintas berhenti di depan TPU untuk menyaksikan hal itu. Sebagian warga mengabadikan dengan menggunakan ponsel kamera mereka.

Kepala Bagian Bidang Operasional Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan pengawalan dilakukan kepolisian sudah sejak awal alamarhum dibawa dari rumah di Bintaro.

"Sejak awal kita berikan yang terbaik. Dari mulai saat di kediaman, sepanjang jalan menuju Masjid Istiqal sampai dengan ke pemakamaman di TPU Karet Bivak. Bentuk penjagaan di kediaman, pengawalan sepanjang jalan dan penjagaan, serta pengamanan di TPU Karet Bivak," kata Budiyanto kepada Kompas.com.

Uje yang dikenal sebagai ustaz gaul itu mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal di jalan Gedung Hijau Raya, Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Pascakejadian, nyawa almarhumah tidak tertolong setelah sepeda motor Kawasaki B 3590 SGQ menabrak sebuah pohon. Uje mengalami luka pada bagian wajah.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorAna Shofiana Syatiri

    Terkini Lainnya

    Pengamat: Ketidaktaatan Tim Hukum 02 Terhadap Hukum Acara Berujung pada Penyimpangan MK

    Pengamat: Ketidaktaatan Tim Hukum 02 Terhadap Hukum Acara Berujung pada Penyimpangan MK

    Nasional
    LPSK Terbentur Aturan Permintaan Perlindungan Saksi, Ini Saran Pakar Hukum

    LPSK Terbentur Aturan Permintaan Perlindungan Saksi, Ini Saran Pakar Hukum

    Nasional
    Survei SMRC, Kondisi Penegakan Hukum Sebelum dan Sesudah Kerusuhan 22 Mei Dinilai Baik

    Survei SMRC, Kondisi Penegakan Hukum Sebelum dan Sesudah Kerusuhan 22 Mei Dinilai Baik

    Nasional
    Dugaan Kecurangan TSM dalam Pilpres, Pengamat Sebut Seharusnya Prabowo-Sandi Diperiksa Juga

    Dugaan Kecurangan TSM dalam Pilpres, Pengamat Sebut Seharusnya Prabowo-Sandi Diperiksa Juga

    Nasional
    Tren Takut Bicara Politik dan Penangkapan Semena-mena Meningkat Pasca Kerusuhan 22 Mei

    Tren Takut Bicara Politik dan Penangkapan Semena-mena Meningkat Pasca Kerusuhan 22 Mei

    Nasional
    Minim Jelaskan Hasil Hitung Suara Versi Prabowo-Sandi, Tim Hukum 02 Dikritik

    Minim Jelaskan Hasil Hitung Suara Versi Prabowo-Sandi, Tim Hukum 02 Dikritik

    Nasional
    Survei SMRC: Pasca Kerusuhan 21-22 Mei, Penilaian Soeharto Demokratis Meningkat

    Survei SMRC: Pasca Kerusuhan 21-22 Mei, Penilaian Soeharto Demokratis Meningkat

    Nasional
    Jabatan Ma'ruf Amin di Bank Syariah Dinilai Tak Timbulkan Konflik Kepentingan

    Jabatan Ma'ruf Amin di Bank Syariah Dinilai Tak Timbulkan Konflik Kepentingan

    Nasional
    Survei SMRC: Soeharto Dinilai Diktator, SBY dan Jokowi Dinilai Demokratis

    Survei SMRC: Soeharto Dinilai Diktator, SBY dan Jokowi Dinilai Demokratis

    Nasional
    Survei SMRC: 69 Persen Publik Nilai Pilpres 2019 Berlangsung Jurdil

    Survei SMRC: 69 Persen Publik Nilai Pilpres 2019 Berlangsung Jurdil

    Nasional
    Survei SMRC: Mayoritas Publik Nilai Demokrasi Semakin Baik Selama 20 Tahun Terakhir

    Survei SMRC: Mayoritas Publik Nilai Demokrasi Semakin Baik Selama 20 Tahun Terakhir

    Nasional
    Pakar: Petitum Gugatan Prabowo-Sandi Seakan Bukan Dibuat Orang Hukum

    Pakar: Petitum Gugatan Prabowo-Sandi Seakan Bukan Dibuat Orang Hukum

    Nasional
    TKN: Tim Hukum 02 Bangun Narasi Saksinya Terancam

    TKN: Tim Hukum 02 Bangun Narasi Saksinya Terancam

    Nasional
    Menurut KPK, Kasus Pelesiran Novanto Beresiko bagi Kredibilitas Kemenkumham

    Menurut KPK, Kasus Pelesiran Novanto Beresiko bagi Kredibilitas Kemenkumham

    Nasional
    Tim 02 Minta Perlindungan Saksi, TKN Singgung Kasus yang Pernah Jerat Bambang Widjojanto

    Tim 02 Minta Perlindungan Saksi, TKN Singgung Kasus yang Pernah Jerat Bambang Widjojanto

    Nasional

    Close Ads X