Akun Twitter SBY Jadi Isu Nasional

Kompas.com - 17/04/2013, 04:33 WIB
Editor

Oleh: Syaifuddin Sayuti
 Kompasiana: syaifuddin

Linimasa Twitter dan Facebook beberapa hari terakhir riuh dengan hadirnya akun Twitter resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam hitungan hari, akun @SBYudhoyono langsung diikuti oleh ratusan ribu orang.

SBY jelas bukan yang pertama di jajaran kabinet Indonesia Bersatu II yang terjun di ranah media sosial 140 karakter ini. Sebelumnya, tercatat sejumlah nama menteri sudah lebih dulu eksis, misalnya @tifsembiring milik Menkominfo Tifatul Sembiring. Namun soal jumlah pengikut, SBY jauh lebih banyak dari para menterinya.

SBY juga bukan kepala negara pertama yang ber-Twitter ria. Sebelumnya sudah ada Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang memiliki hampir 30 juta pengikut. Akun milik Obama dikelola oleh staf kepresidenan di Gedung Putih. Karena tidak semua kicauan ditulis langsung oleh Sang Presiden, di biodata akunnya disebutkan bahwa kicauan Obama diberikan tanda ”bo”, singkatan dari Barack Obama.

Rupanya, gaya Twitter Presiden Amerika itu ditiru oleh pengelola akun Twitter SBY. Kedua akun ini terlihat mirip. Misalnya dari penggunaan foto latar akun SBY yang sama dan sebangun dengan tata foto latar di akun Obama, yaitu sedang bersalaman dengan kerumunan pendukungnya.

Akun Twitter SBY juga menggunakan kode khusus *SBY* untuk membedakan kicauan Presiden dan staf kepresidenan.

Namun yang lebih penting dari perkara kemiripan di atas adalah konsistensi Presiden SBY dalam bermedia sosial. Jangan sampai kehadiran akun ini hanya gaya-gayaan atau, bahasa kerennya, biar dianggap gaul.

Bagaimanapun, kultur media sosial yang multi-arah sangat berbeda dengan media konvensional yang searah. Di media ini, bila penggunanya salah berkicau, akan langsung menuai kecaman, cercaan, bahkan hinaan.

Masyarakat Indonesia berharap agar kehadiran akun ini bisa menjadi saluran komunikasi antara rakyat dengan presidennya. Jika pengelola akun presiden hanya menampung kritik tanpa pernah meresponsnya, publik pengguna Twitter pasti akan kecewa.

Boleh jadi juga, SBY akan menggunakan Twitter untuk ”memasarkan” jagoannya dalam Pemilu Presiden 2014 mendatang. Ini menarik karena selama ini Twitter dianggap sebagai sarana efektif yang murah dan cepat untuk berpromosi. [http://kom.ps/AEX7gB]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.