Kompas.com - 22/02/2013, 16:42 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Hingga jarum jam menunjukkan pukul 16.30 WIB, belum ada kepastian Komisi Pemberantasan Korupsi bakal menetapkan tersangka baru terkait kasus dugaan korupsi Hambalang. Gelar perkara atau ekspose kasus tersebut masih berlangsung, Jumat (22/2/2013) sore ini. Gelar perkara yang berkaitan dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum ini dimulai selepas ibadah shalat Jumat.

Juru Bicara KPK Johan Budi memastikan lima unsur pimpinan KPK sudah lengkap untuk melakukan gelar perkara yang bertujuan melihat sejauh mana perkembangan penyelidikan aliran dana Hambalang. Melalui gelar perkara ini, KPK akan memutuskan apakah meningkatkan penyelidikan ke tahap penyidikan atau tidak. Jika ditingkatkan ke tahap penyidikan, maka itu artinya akan ada tersangka baru dalam kasus Hambalang.

Adapun penyelidikan aliran dana Hambalang ini kerap dikaitkan dengan Anas, terlebih setelah beredar draf surat perintah penyidikan (sprindik) atas nama Anas berkaitan dengan kasus tersebut. Dalam draf itu, Anas disebut menerima gratifikasi terkait proyek Hambalang. KPK pun menyatakan, dokumen draf sprindik yang beredar melalui media itu merupakan dokumen asli. Kini, KPK membentuk Komite Etik guna menelusuri pelanggaran kode etik yang mungkin dilakukan unsur pimpinan KPK terkait bocornya draf tersebut.

Sementara jajaran pimpinan tengah berdiskusi dalam proses gelar perkara, para wartawan setia menunggu hasil gelar perkara diumumkan. Maklum, proses gelar perkara ini berlangsung tertutup bagi wartawan. Para pewarta hanya dapat menebak-nebak apakah KPK akan mengumumkan status Anas sebagai tersangka atau tidak.

Informasi dari Bagian Hubungan Masyarakat KPK menyebutkan, bakal ada konferensi pers yang digelar KPK selepas gelar perkara ini. Namun, belum diketahui, materi yang akan disampaikan dalam konferensi pers tersebut. Lantas, apakah ada kejutan yang akan diumumkan KPK selepas gelar perkara nanti?

Berita terkait dapat dibaca dalam topik:
Skandal Proyek Hambalang

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    5 Personel Militer Singapura Sudah Merapat ke KRI dr Suharso Bantu Cari Kapal Selam Nanggala

    5 Personel Militer Singapura Sudah Merapat ke KRI dr Suharso Bantu Cari Kapal Selam Nanggala

    Nasional
    Pemimpin Thailand, Laos, dan Filipina Absen di KTT ASEAN soal Myanmar

    Pemimpin Thailand, Laos, dan Filipina Absen di KTT ASEAN soal Myanmar

    Nasional
    Ratusan WN India Masuk Indonesia, Komisi III Minta Imigrasi Tingkatkan Kewaspadaan Izin Masuk WNA

    Ratusan WN India Masuk Indonesia, Komisi III Minta Imigrasi Tingkatkan Kewaspadaan Izin Masuk WNA

    Nasional
    Bicara soal Bencana, Megawati Sebut Jakarta Sangat 'Fragile'

    Bicara soal Bencana, Megawati Sebut Jakarta Sangat "Fragile"

    Nasional
    Jokowi: ASEAN Leaders Meeting Digelar untuk Kepentingan Rakyat Myanmar

    Jokowi: ASEAN Leaders Meeting Digelar untuk Kepentingan Rakyat Myanmar

    Nasional
    Kasus Suap Penyidik KPK, ICW Dorong MKD Proses Etik Azis Syamsuddin

    Kasus Suap Penyidik KPK, ICW Dorong MKD Proses Etik Azis Syamsuddin

    Nasional
    ICW Yakin Penyidik KPK Stepanus Robin Patujju Tidak Bertindak Sendirian

    ICW Yakin Penyidik KPK Stepanus Robin Patujju Tidak Bertindak Sendirian

    Nasional
    Bertemu PM Vietnam, Jokowi Dorong Kesetaraan Akses Vaksin Covid-19

    Bertemu PM Vietnam, Jokowi Dorong Kesetaraan Akses Vaksin Covid-19

    Nasional
    Megawati: Saya Lihat Pemadam Kebakaran Kita, Aduh Kok Kesejahteraannya Begini Ya?

    Megawati: Saya Lihat Pemadam Kebakaran Kita, Aduh Kok Kesejahteraannya Begini Ya?

    Nasional
    TNI Fokus Cari KRI Nanggala di Lokasi Tumpahan Minyak dan Titik Magnetik

    TNI Fokus Cari KRI Nanggala di Lokasi Tumpahan Minyak dan Titik Magnetik

    Nasional
    UPDATE 23 April: Pemerintah Telah Periksa 14.154.141 Spesimen Terkait Covid-19

    UPDATE 23 April: Pemerintah Telah Periksa 14.154.141 Spesimen Terkait Covid-19

    Nasional
    UPDATE 23 April: Sebaran 5.436 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Barat

    UPDATE 23 April: Sebaran 5.436 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Barat

    Nasional
    Diduga, Penyidik KPK Stepanus Robin Dikenalkan ke Azis Syamsuddin oleh Ajudan yang Anggota Polri

    Diduga, Penyidik KPK Stepanus Robin Dikenalkan ke Azis Syamsuddin oleh Ajudan yang Anggota Polri

    Nasional
    UPDATE 23 April: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Tercatat 100.533

    UPDATE 23 April: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Tercatat 100.533

    Nasional
    UPDATE 23 April: Ada 65.421 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 23 April: Ada 65.421 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X