Kompas.com - 18/02/2013, 19:27 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Utama RS Zahira Andi Erlina mengatakan bahwa Dera Nur Anggraini, bayi berusia 4 hari yang meninggal pada Sabtu (16/2/2013) lalu karena masalah pencernaan, diketahui juga mengalami kelainan pada tenggorokannya yang belum terbentuk sempurna.

Selama dirawat di RS Zahira, Dera dirawat di ruang Perinatal. Namun, karena kondisinya terus melemah, tim dokter dari RS Zahira menyatakan, Dera harus dirawat di rumah sakit yang memiliki neonatal intensive care unit (NICU), ruang perawatan bagi bayi baru lahir yang memiliki gangguan kesehatan.

"Karena fasilitas minim, bayi dirujuk ke RS lain yang punya fasilitas lebih baik, tentu dengan RS yang melayani KJS. Sebelum dirujuk ke RS lain, maka bayi masih dirawat di RS Zahira supaya bayi tidak telantar," kata Erlina dalam konferensi pers yang digelar pada Senin (18/2/2013).

Erlina juga mengatakan bahwa pada awalnya Lisa Darawati (20), ibu Dera, datang ke RS Zahira setelah mendapat rujukan dari Puskesmas Pasar Minggu 2 pada Minggu (10/2/2013). Lisa tiba di RS Zahira sekitar pukul 21.30.

Lisa yang melahirkan anak kembar, yaitu Dera Nur Anggraini dan Dara Nur Anggraini, melewati persalinan dengan cara caesar karena tingkat rabun jauh pada mata Lisa sudah mencapai minus 8, yang tidak memungkinkan untuk persalinan secara normal. Saat itu, usia kandungan Lisa belum mencapai 9 bulan.

"Bayi pertama (Dera) lahir pada pukul 23.40 dengan berat 1.000 gram dan panjang 36 cm. Bayi kedua (Dara) lahir pukul 23.42 dengan berat 1.400 gram dan panjang 39 cm," urai Erlina.

Pihak RS Zahira sempat menghubungi lima rumah sakit. Namun, kelima rumah sakit itu tidak bisa menampung dengan alasan penuhnya kamar perawatan. Namun, dia tidak menyebutkan rumah sakit mana saja yang telah dihubunginya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nyawa Dera akhirnya tidak tertolong dan meninggal dunia pada Sabtu (16/2/2013) sekitar pukul 18.30. Pascameninggalnya Dera, RS Zahira akhirnya melakukan koordinasi dengan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan untuk bisa merujuk saudara kembar Dera, yaitu Dara, ke rumah sakit yang fasilitasnya lebih lengkap. Akhirnya, pada Minggu (17/2/2013), Dara dibawa ke RS Tarakan, Tomang, Jakarta Barat.

"Bayi kedua (Dara) saat ini kondisinya semakin membaik, berkoordinasi dengan Sudin Kesehatan Jakarta Selatan, maka mentransfer bayi kedua ke RS Tarakan untuk memperoleh NICU," papar Erlina.

Baca tentang


    25th

    Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X