Hidup Lebih Nyaman Menjadi Vegan - Kompas.com

Hidup Lebih Nyaman Menjadi Vegan

Kompas.com - 18/12/2012, 18:10 WIB

MAGELANG, KOMPAS.com - Leigh-Chantele (33) seorang warga Australia sengaja datang ke Indonesia untuk mengkampanyekan Vegan. Ia akan menjadi pembicara dalam acaraFestival Vegan Food yang akan diselenggarakan oleh Indonesian Vegan Society (IVS) di Surabaya pada 21-24 Desember mendatang  

Vegan adalah sebuah gaya hidup yang tidak mengonsumsi bahan makanan yang berasal dari hewan termasuk produk turunannya. Kaum vegan tidak mengasup susu dan telur. Sebagai gantinya ia hanya mengasup makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.

Magelang menjadi salah satu kota di Indonesia yang dikunjungi Elsi, sapaan akrab Leigh-Chantele. Di kota ini ia menjadi pembicara tentang Vegan di sejumlah tempat, seperti di Klenteng dan SMK Katholik Tarakanita.

Kepada wartawan saat jumpa pers di Montong Cafe & Guesthouse Mertoyudan beberapa waktu lalu, Elsi menuturkan ia datang ke Indonesia guna memenuhi undangan sebagai pembicara dalam seminar dan Festival Vegan Food Desember mendatang. Elsi mengaku dalam setiap seminar ia menceritakan pengalamannya menjadi seorang vegan. Menurutnya banyak nilai positif yang ia peroleh.

"Dua tahun pertama saya vegetarian, lalu beralih jadi vegan sampai sekarang. Saya melakukannya atas dasar etika dan kecintaan saya pada hewan dan alam ciptaan Tuhan. Saya tidak ingin menyakiti apalagi membunuh mereka," ujarnya.

Elsi yang juga seorang penyanyi dan penulis  di Australia ini mengungkapkan bahwa orang yang memakan segala sesuatu yang berbasis hewani, selain tidak sehat biasanya memiliki tingkat emosional lebih tinggi dan gampang marah jika dibanding dengan orang yang tidak makan daging.

"Kita jadi lebih nyaman hidup di tengah alam yang damai. Saya merasa binatang-binatang pun nyaman berada didekat saya karena mungkin mereka pikir saya tidak akan membunuhnya," seloroh wanita 33 tahun ini.

Hal itu kerap ia sampaikan dalam seminar-seminar nya. Baik seminar yang diselenggarakan di tingkat International maupun seminar yang telah digelar di beberapa kota di Indonesia, seperti Jogjakarta, Solo, Jakarta, Medan, Palembang, Denpasar dan Surabaya nanti.

Disamping baik untuk kesehatan tubuh, menjadi vegan juga berarti turut melestarikan alam, melindungi bumi dari pemanasan global. "Misalnya ketika kita memotong seekor sapi, kita pasti butuh tenaga atau orang untuk menyembelihnya. Jika sudah dipotong, kita butuh wadah pembungkus seperti plastik atau stereofoam, lalu disimpan di freezer yang pasti membutuhkan listrik dan freon. Kemudian jika kita akan mengkonsumsinya, masih harus dimasak yang tentu juga butuh energi yang lebih banyak," jelasnya.

Bagi Elsi yang berprofesi sebagai marketing sosial media ini tidak mudah mengkampanyekan pola hidup vegan kepada masyarakat. Tantangan terbesarnya adalah ketika harus mencari orang-orang yang memiliki pandangan sama tentang vegan. Tantangan lain yang harus dihadapi mengubah pandangan orang yang berpikir bagaimana manusia bisa hidup tanpa makan hewan, sedangkan hewan mengandung  protein dan lemak yang dibutuhkan tubuh.

"Padahal protein bisa kita peroleh dari kacang-kacangan, susu sapi bisa diganti dengan susu kedelai, dan masih banyak lagi penggantinya, dan semua itu tidak kalah lezat. Bahan makan itu banyak ditemui di Indonesia sebagai negara agraris," katanya.

Selama di Magelang, Elsi juga menyempatkan diri untuk mengunjungi sejumlah tempat wisata, seperti ke Candi Borobudur. Elsi juga mengaku senang bisa datang ke Magelang karena udara yang sejuk, nyaman, masyarakatnya pun ramah.


EditorHesti Pratiwi

Terkini Lainnya

Bos First Travel Tak Akui Beli Mobil Hingga Jalan-jalan Keliling Eropa Pakai Uang Perusahaan

Bos First Travel Tak Akui Beli Mobil Hingga Jalan-jalan Keliling Eropa Pakai Uang Perusahaan

Nasional
Jaya Suprana Puji Drama Musikal Napi, Usul DPR Buat Hal yang Sama

Jaya Suprana Puji Drama Musikal Napi, Usul DPR Buat Hal yang Sama

Nasional
Merasa Nama Baik Dicemarkan, Guntur Romli Melapor ke Polda Metro Jaya

Merasa Nama Baik Dicemarkan, Guntur Romli Melapor ke Polda Metro Jaya

Megapolitan
Pemprov DKI Kirim Surat Jawaban soal Tanah Abang kepada Ombudsman Senin Sore

Pemprov DKI Kirim Surat Jawaban soal Tanah Abang kepada Ombudsman Senin Sore

Megapolitan
14 Narapidana Lapas Manokwari Kabur dengan Mengancam Sipir

14 Narapidana Lapas Manokwari Kabur dengan Mengancam Sipir

Regional
Saksi Jelaskan Kronologi Penipuan Hotel BCC, Terdakwa Tjipta Membantah

Saksi Jelaskan Kronologi Penipuan Hotel BCC, Terdakwa Tjipta Membantah

Regional
Militer Israel Lancarkan Serangan ke Artileri Milik Rezim Suriah

Militer Israel Lancarkan Serangan ke Artileri Milik Rezim Suriah

Internasional
Sampaikan 3 Tuntutan, Pengemudi Ojek 'Online' Tunggu Realisasi Janji Komisi V DPR

Sampaikan 3 Tuntutan, Pengemudi Ojek "Online" Tunggu Realisasi Janji Komisi V DPR

Megapolitan
Ratusan Napi Gelar Drama Teater di TIM, Wiranto Nilai Istimewa

Ratusan Napi Gelar Drama Teater di TIM, Wiranto Nilai Istimewa

Nasional
Hilang Dua Bulan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pulau Tak Berpenghuni

Hilang Dua Bulan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pulau Tak Berpenghuni

Internasional
Dua Orang yang Ditemukan Lemas di Mobil Diduga Keracunan

Dua Orang yang Ditemukan Lemas di Mobil Diduga Keracunan

Regional
Sandiaga Sebut Rencana Induk Penataan Tanah Abang Masih Disusun

Sandiaga Sebut Rencana Induk Penataan Tanah Abang Masih Disusun

Megapolitan
Diprotes Rakyatnya, PM Armenia Mengundurkan Diri

Diprotes Rakyatnya, PM Armenia Mengundurkan Diri

Internasional
Saat Bos First Travel Yakinkan Jaksa Perusahaannya Masih Mampu Berangkatkan Calon Jemaah

Saat Bos First Travel Yakinkan Jaksa Perusahaannya Masih Mampu Berangkatkan Calon Jemaah

Nasional
Akan Dilaporkan Kembali oleh Fransiska, Sandiaga Bilang, 'Lu Lagi Lu Lagi'

Akan Dilaporkan Kembali oleh Fransiska, Sandiaga Bilang, "Lu Lagi Lu Lagi"

Megapolitan

Close Ads X