Kompas.com - 17/12/2012, 16:08 WIB
Editorwawa

KOMPAS.com - Mandi merupakan bagian penting dari perawatan kulit. Perawatan kulit bukan semata tentang membersihkan, namun juga memperbaiki sel kulit mati, melembabkan, juga memproteksinya. Karenanya, penting untuk memahami maksud dan tujuan perawatan tubuh, termasuk pemilihan pembersih hingga cara dan urutan merawat tubuh secara tepat.

Saat mandi, sebagian orang yang fokus hanya pada tujuan membersihkan cenderung memilih sabun mengandung antiseptik karena menganggapnya sebagai solusi dari kuman. Masyarakat awam menyebutnya sabun kesehatan. Sebagian lagi akan memilih sabun dengan aroma khas bahkan mengandung pemutih atau pelembab, yang fokusnya pada memelihara kulit agar tetap cantik. Orang awam menyebutnya sabun kecantikan.

Menurut Dokter ahli kulit, dr Amaranila Drijono SpKK, jika tujuannya membersihkan, sebenarnya sabun jenis Synthetic Detergent (syndet) cukup membersihkan kulit dari kotoran, keringat, minyak. Sementara sabun mengandung antiseptik sebaiknya digunakan sesuai kondisi bukan setiap hari setiap kali mandi.

Penggunaan sabun mandi non-syndet juga sabun mengandung antiseptik setiap hari cenderung menyebabkan kulit kering. Karena protein dan lipid alami kulit banyak terangkat saat proses mandi berlangsung.

"Sabun mengandung antiseptik hanya dipakai setelah beraktivitas yang sangat kotor. Tergantung kondisi. Kembali kepada langkah perawatan kulit, kita harus memahami maksud dan tujuan pemilihan dan pemakaian produk perawatan, lihat juga kondisi termasuk jenis kulit," ungkapnya dalam bincang-bincang mengenai perawatan kulit di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Idealnya, lanjut dr Nila (sapaan akrabnya), pembersih tubuh tidak membuat protein kulit banyak terbuang. Lipid juga jangan banyak rusak (banyak terangkat) saat mandi, kalau bisa justru pembersih bisa menigkatkan lipid alami kulit. Sebaiknya, pembersih tubuh juga bisa meningkatkan kelembaban kulit agar kulit tak kering dan kusam, namun justru menjadikan kulit lebih berkilau.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gaungkan Benci Produk Luar Negeri Jadi Polemik, Jokowi: Gitu Aja Rame

Gaungkan Benci Produk Luar Negeri Jadi Polemik, Jokowi: Gitu Aja Rame

Nasional
UPDATE: Tambah 2 di Kuwait, Total 3.705 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

UPDATE: Tambah 2 di Kuwait, Total 3.705 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

Nasional
Cerita Jokowi Setiap Hari Telpon Kepala BKPM untuk Pantau Investasi

Cerita Jokowi Setiap Hari Telpon Kepala BKPM untuk Pantau Investasi

Nasional
Bapilu: Tak Ada KLB di Demokrat, jika Ada Itu Ilegal

Bapilu: Tak Ada KLB di Demokrat, jika Ada Itu Ilegal

Nasional
[POPULER NASIONAL] TNI Amankan Wanita yang Pamer Mobil Dinas Berplat Bodong | Marzuki Alie Datang ke KLB Demokrat karena Dipecat

[POPULER NASIONAL] TNI Amankan Wanita yang Pamer Mobil Dinas Berplat Bodong | Marzuki Alie Datang ke KLB Demokrat karena Dipecat

Nasional
Demonstrasi di Myanmar Ada Korban Jiwa, Evakuasi WNI Dinilai Belum Perlu

Demonstrasi di Myanmar Ada Korban Jiwa, Evakuasi WNI Dinilai Belum Perlu

Nasional
KBRI Yangon Minta WNI di Myanmar Tetap Tenang dan Berdiam di Rumah

KBRI Yangon Minta WNI di Myanmar Tetap Tenang dan Berdiam di Rumah

Nasional
Kejagung Tangkap Buron Korupsi Pengadaan Eskalator DPRD Kabupaten Bontang

Kejagung Tangkap Buron Korupsi Pengadaan Eskalator DPRD Kabupaten Bontang

Nasional
Ketika Jokowi Gaungkan Benci Produk Luar Negeri tetapi Gelar Karpet Merah untuk Investor Asing

Ketika Jokowi Gaungkan Benci Produk Luar Negeri tetapi Gelar Karpet Merah untuk Investor Asing

Nasional
Pemerintah Atur Skema Vaksinasi terhadap Lansia agar Dekat Rumah

Pemerintah Atur Skema Vaksinasi terhadap Lansia agar Dekat Rumah

Nasional
Kejagung Periksa 11 Saksi Terkait Kasus Korupsi Asabri

Kejagung Periksa 11 Saksi Terkait Kasus Korupsi Asabri

Nasional
Satgas: Lebih Dari 22.000 Posko Covid-19 Terbentuk, Jabar Terbanyak

Satgas: Lebih Dari 22.000 Posko Covid-19 Terbentuk, Jabar Terbanyak

Nasional
Darmizal Klaim KLB Akan Putuskan Moeldoko Pengganti AHY di Demokrat

Darmizal Klaim KLB Akan Putuskan Moeldoko Pengganti AHY di Demokrat

Nasional
Satgas Sebut Penyaluran Dana Desa untuk Posko Penanganan Covid-19 Belum Merata

Satgas Sebut Penyaluran Dana Desa untuk Posko Penanganan Covid-19 Belum Merata

Nasional
Cegah Penyebaran Virus Corona B.1.1.7, Satgas Minta Masyarakat Kurangi Mobilitas

Cegah Penyebaran Virus Corona B.1.1.7, Satgas Minta Masyarakat Kurangi Mobilitas

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X