HTI Makassar Minta TNI Dikirim ke Israel

Kompas.com - 21/11/2012, 13:37 WIB
|
EditorFarid Assifa

MAKASSAR, KOMPAS.com - Ribuan massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Makassar berunjukrasa mengecam serangan Israel ke Palestina yang menewaskan ratusan warga sipil. Aksi unjuk rasa HTI digelar di depan monumen Mandala, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Rabu (21/11/2012).

Dalam aksinya, massa HTI berkumpul di lapangan samping masjid Al Markas Al Islami di Jalan Mesjid Raya, Makassar. Selanjutnya, mereka melakukan aksi longmarch menuju depan Monumen Mandala dengan pengawalan ketat aparat kepolisian dari berbagai fungsi. Aksi longmarch massa HTI sempat memacetkan arus lalu lintas.

Setibanya di depan Monumen Mandala, massa menggelar orasi dan membentangkan spanduk berisi kecaman terhadap serangan Israel ke Jalur Gaza dan mengecam pemerintah Amerika Serikat yang mendukung serangan biadab itu.

Dalam orasinya, Humas HTI Sulsel, Dirwan Abd Jalil mendeask kepala negara muslim untuk segera bertindak dan menghentikan serangan tersebut. Menurut Dirwan, cara efektif untuk menghentikan serangan itu adalah dengan mengirimkan tentara ke wilayah Gaza. Dengan cara itulah, rakyat di jalur Gaza bisa dilindungi dan sekaligus serangan yang dilakukan oleh Israel bisa dihentikan.

"Presiden SBY untuk mengambil prakarsa penting bagi segera terlaksananya pengiriman tentara dari negara-negara muslim itu. Sebagai negara muslim terbesar, langkah Presiden SBY diyakini sangat berpengaruh dalam menggerakkan negeri muslim lainnya guna mengambil langkah penting penyelamatan rakyat di jalur Gaza," katanya.

Dirwan juga mengimbau kepada umat muslim bergerak bersama-sama melakukan aksi solidaritas untuk warga Palestina di Jalur Gaza dalam segala bentuk.

"Kepada umat Islam bergerak bersama-sama melakukan aksi solidaritas untuk warga Palestina dan saling bahu membahu berjuang bersama bagi tegaknya kembali syariah dan khalifah," tandasnya.

Hingga saat ini, Israel terus membombardir Palestina hingga menewaskan 32 warga sipil dan melukai lebih dari 300 orang. Sebanyak 140 orang di antaranya adalah wanita dan anak-anak. Dirwan menyatakan, korban akan terus berjatuhan, jika serangan Israel tidak dihentikan.

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X