Massa Mahasiswa Ambon Kecam Serangan Israel

Kompas.com - 21/11/2012, 10:43 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

AMBON, KOMPAS.com - Ratusan mahasiswa yang tergabung dari berbagai elemen kemahasiswaan di Kota Ambon, Rabu (21/11/2012) berunjuk rasa di perempatan Masjid Raya Al-Fatah Ambon memprotes serangan militer Israel terhadap warga Palestina di jalur Gaza.

Dalam aksinya, massa yang berjumlah kurang lebih 150 orang ini membawa serta sejumlah spanduk dan famplet berisi kecaman terhadap serangan militer tentara Israel pada warga Palestina yang tidak berdosa. Mahasiswa menilai, serangan itu sebagai perbuatan keji dan tidak berperikemanusiaan.

Para pendemo juga mengatakan, tindakan yang dilakukan militer Israel sangat bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan tidak dapat dibenarkan oleh siapapun. "Ini bentuk pelanggaran berat terhadap HAM," kata koordinator aksi, Arsal Tuasikal dengan berapi-api.

Selain mengecam militer Israel, mahasiswa ini juga mengecam keberpihakan pemerintah Amerika Serikat yang mendukung penyerangan ke jalur Gaza. Pendemo bahkan menilai Presiden Barack Obama juga harus bertanggungjawab atas serangan militer kepada warga Palestina.

Ratusan mahasiswa ini juga menyerukan agar Pemerintah Indonesia berupaya menghentikan penyerangan itu. "Pemerintah Indonesia dan dunia Islam jangan diam terhadap masalah ini, ini tidak hanya masalah keumatan tapi juga masalah kemanusiaan, bukankah penjajahan di atas dunia harus dihapuskan?" ungkap salah satu orator.

Dalam aksinya, ratusan mahasiswa ini juga membakar ban bekas dan simbol Israel sebagai bentuk kemarahan mereka terhadap seranga ke Jalur Gaza. Aksi ini sendiri mendapat pengawalan ketat puluhan aparat kepolisian bersenjata lengkap.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pemerintah Minta Masyarakat Gunakan Masker yang Nyaman, Cukup Ruang untuk Bernapas

    Pemerintah Minta Masyarakat Gunakan Masker yang Nyaman, Cukup Ruang untuk Bernapas

    Nasional
    Terawan Berkantor di Jatim, Kemenkes: Penyebaran Covid-19 di Sana Butuh Perhatian Khusus

    Terawan Berkantor di Jatim, Kemenkes: Penyebaran Covid-19 di Sana Butuh Perhatian Khusus

    Nasional
    Geledah Rumah Kepala Dinas PUPR Banjar, KPK Amankan Uang dan Dokumen

    Geledah Rumah Kepala Dinas PUPR Banjar, KPK Amankan Uang dan Dokumen

    Nasional
    [POPULER NASIONAL] Jangan Turunkan Masker ke Dagu | Penambahan Kasus Covid-19

    [POPULER NASIONAL] Jangan Turunkan Masker ke Dagu | Penambahan Kasus Covid-19

    Nasional
    Tim Pemburu Koruptor, Wacana Dihidupkan Kembali dan Prestasinya yang Biasa Saja

    Tim Pemburu Koruptor, Wacana Dihidupkan Kembali dan Prestasinya yang Biasa Saja

    Nasional
    Terduga Teroris Tewas Ditembak Densus 88 di Sukoharjo

    Terduga Teroris Tewas Ditembak Densus 88 di Sukoharjo

    Nasional
    75.669 Kasus Covid-19 hingga 12 Juli serta Imbauan Pemerintah soal Face Shield dan Masker

    75.669 Kasus Covid-19 hingga 12 Juli serta Imbauan Pemerintah soal Face Shield dan Masker

    Nasional
    Ingatkan soal 'Microdroplet', Yurianto: Masker Mutlak Digunakan, Bukan 'Face Shield'

    Ingatkan soal "Microdroplet", Yurianto: Masker Mutlak Digunakan, Bukan "Face Shield"

    Nasional
    Ini Cara 'Tenant' di Mal Cegah Penularan Covid-19

    Ini Cara "Tenant" di Mal Cegah Penularan Covid-19

    Nasional
    Penerapan Protokol Kesehatan di Mal Dinilai Sudah Cukup Baik

    Penerapan Protokol Kesehatan di Mal Dinilai Sudah Cukup Baik

    Nasional
    Pemerintah: Face Shield Tanpa Masker Tak Melindungi Maksimal

    Pemerintah: Face Shield Tanpa Masker Tak Melindungi Maksimal

    Nasional
    Pemerintah: Sebagian Pasien Covid-19 Tak Dirawat di RS karena Bergejala Ringan

    Pemerintah: Sebagian Pasien Covid-19 Tak Dirawat di RS karena Bergejala Ringan

    Nasional
    Perhatikan, Berapa Lama Masker dan Face Shield Harus Diganti

    Perhatikan, Berapa Lama Masker dan Face Shield Harus Diganti

    Nasional
    Survei Alvara: Bantuan Tunai dan Sembako Lebih Dibutuhkan dari Kartu Prakerja

    Survei Alvara: Bantuan Tunai dan Sembako Lebih Dibutuhkan dari Kartu Prakerja

    Nasional
    Survei: Publik Lebih Percaya Gugus Tugas dan Pemda Dibanding Pemerintah Pusat soal Covid-19

    Survei: Publik Lebih Percaya Gugus Tugas dan Pemda Dibanding Pemerintah Pusat soal Covid-19

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X