Sambil Pesta Sabu, Hakim Puji Bahas Kasus PTUN

Kompas.com - 23/10/2012, 11:21 WIB
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com Pesta narkotika yang dilakukan Puji Wijayanto, hakim Pengadilan Negeri Bekasi, bersama dua rekannya, Sidiq Pramono dan Musli Musa'ad, serta ditemani empat wanita penghibur rupanya bukan sembarang pesta. Saat itu, Musli tengah berkonsultasi dengan Puji terkait kasus di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

"Berdasarkan asesmen, mereka ngobrol-ngobrol segala macam di dalam. Tapi diketahui MS (Musli Musa'ad) melakukan konsultasi sesuatu kepada PW (Puji Wijayanto) tentang PTUN," ujar Kepala Humas BNN Komisaris Besar Sumirat Dwiyanto saat dihubungi, Senin (22/10/2012).

Kronologi awal pesta narkotika itu bermula, Selasa (16/10/2012), pukul 14.00 WIB. Saat itu, hakim Puji memesan sebuah ruangan di klab malam Illigals, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Beberapa saat kemudian, keduanya melakukan komunikasi via telepon seluler. Puji memberi tahu, dirinya berada di Room 331 klab malam tersebut.

Menurut Sumirat, rencana pertemuan tersebutlah yang membuat pihaknya semakin yakin bahwa di antara ketiga orang tersebut tengah membahas masalah tertentu. Terlebih profesi Sidiq masih simpang siur antara pengacara atau hanya perantara kasus. Sementara Musli diketahui bekerja sebagai PNS di pemda Jayapura.

Meski demikian, Sumirat menegaskan, BNN hanya menangani kasus terkait penyalahgunaan narkotika saja. Sementara dugaan tiga orang itu mengurus kasus tertentu, bukan menjadi pokok penyelidikan utama. Untuk itu, pihaknya akan melaporkan temuan itu ke Komisi Yudisial (KY).

"Masalahnya penyidikan BNN tidak sampai ada kasus di PTUN itu. Itu bukan kewenangan kami," kata Sumirat.

Berdasarkan hasil asesmen selama 3 x 24 jam, Puji secara resmi ditetapkan sebagai tersangka. Bersama Puji, BNN turut menetapkan rekan Puji, Sidiq Pramono dan seorang wanita penghibur dengan inisial DMR, sebagai tersangka. Tiga orang itu terbukti memiliki dan menyalahgunakan narkotika jenis sabu dan ekstasi. Atas perbuatannya, tiga orang itu didakwa dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan dijerat tiga pasal berlapis, Pasal 112 tentang memiliki, menyimpan, dan menguasai narkotika; Pasal 132 tentang menggunakan narkotika bersama-sama; dan Pasal 127, yaitu menyalahgunakan narkotika.

"Khusus hakim PW ada pasal tambahan, yaitu Pasal 114 karena dia terbukti membagikan narkotika ke orang lain, yaitu ke DMR, wanita penghibur itu," katanya.

Sumirat mengatakan, dua wanita penghibur berinisial FA dan NA positif menggunakan narkotika, tetapi tak terbukti dalam hal kepemilikan sehingga harus menjalani rehabilitasi. Sementara rekan Puji atas nama Musli Musa'ad dan seorang wanita penghibur berinisial KN negatif menggunakan atau memiliki narkotika. Oleh sebab itu, keduanya dilepaskan oleh BNN.

Berita terkait dapat diikuti di topik :

Pesta Narkoba, Hakim PW Ditangkap

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Cegah Intoleransi, Mendikbud Akan Keluarkan SE dan Buka 'Hotline' Pengaduan

    Cegah Intoleransi, Mendikbud Akan Keluarkan SE dan Buka "Hotline" Pengaduan

    Nasional
    Kemenhan Buka Pendaftaran Komponen Cadangan setelah Terbit Peraturan Menteri

    Kemenhan Buka Pendaftaran Komponen Cadangan setelah Terbit Peraturan Menteri

    Nasional
    Kemenkes Berharap WNI di Luar Negeri Mendapat Vaksin Covid-19 dari Pemerintah Setempat

    Kemenkes Berharap WNI di Luar Negeri Mendapat Vaksin Covid-19 dari Pemerintah Setempat

    Nasional
    Pemerintah Akan Tindak Tegas Praktik Intoleransi di Sekolah

    Pemerintah Akan Tindak Tegas Praktik Intoleransi di Sekolah

    Nasional
    Jumlah Vaksin Terbatas, Pemerintah Tak Prioritaskan Penyintas Covid-19 dalam Vaksinasi

    Jumlah Vaksin Terbatas, Pemerintah Tak Prioritaskan Penyintas Covid-19 dalam Vaksinasi

    Nasional
    Nadiem: Sekolah Tak Boleh Wajibkan Siswa Berseragam Model Pakaian Agama Tertentu

    Nadiem: Sekolah Tak Boleh Wajibkan Siswa Berseragam Model Pakaian Agama Tertentu

    Nasional
    Rizieq Shihab Dilaporkan soal Lahan Pesantren di Megamendung, FPI: Kami Punya Bukti

    Rizieq Shihab Dilaporkan soal Lahan Pesantren di Megamendung, FPI: Kami Punya Bukti

    Nasional
    UPDATE: Sebaran 11.788 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 3.512 Kasus

    UPDATE: Sebaran 11.788 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 3.512 Kasus

    Nasional
    UPDATE 24 Januari: Ada 80.114 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 24 Januari: Ada 80.114 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    UPDATE 24 Januari: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Mencapai 162.617

    UPDATE 24 Januari: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Mencapai 162.617

    Nasional
    UPDATE: Bertambah 48.002, Total 8.754.507 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

    UPDATE: Bertambah 48.002, Total 8.754.507 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

    Nasional
    UPDATE 24 Januari: Bertambah 171, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Kini 27.835

    UPDATE 24 Januari: Bertambah 171, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Kini 27.835

    Nasional
    UPDATE 24 Januari: Bertambah 7.751, Pasien Sembuh dari Covid-19 Kini 798.810

    UPDATE 24 Januari: Bertambah 7.751, Pasien Sembuh dari Covid-19 Kini 798.810

    Nasional
    UPDATE: Bertambah 11.788, Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 989.262

    UPDATE: Bertambah 11.788, Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 989.262

    Nasional
    Kematian Anggota FPI Dilaporkan ke Komite Antipenyiksaan Internasional

    Kematian Anggota FPI Dilaporkan ke Komite Antipenyiksaan Internasional

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X