Yulianis: Sejak Awal, Proyek Sudah Digiring

Kompas.com - 05/10/2012, 03:30 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Praktik kolaborasi antara perusahaan dan anggota DPR yang dianggap sebagai mafia anggaran kembali diungkap di persidangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (4/10). Kali ini, di persidangan dengan terdakwa Angelina Sondakh, Yulianis sebagai saksi memaparkan bagaimana perusahaannya di Grup Permai mengerjakan proyek-proyek di Kementerian Pendidikan Nasional dan di Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Yulianis adalah mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, tempat bernaungnya sekitar 25 perusahaan yang menurut Yulianis dikendalikan M Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat.

Ditanya majelis hakim yang diketuai Sudjatmiko, apa kaitan Angelina dengan Grup Permai, Yulianis mengatakan, ”Tahunya terkait dengan pengajuan yang berhubungan dengan support untuk Bu Angie (Angelina).”

Support yang dimaksud Yulianis adalah istilah internal Grup Permai untuk membayar orang-orang di DPR yang dianggap bisa menggiring proyek.

”Menggiring itu apa maksudnya,” tanya hakim.

”Yang saya tahu, semua proyek yang kita kelola sudah diseting dari awal dan Pak Nazaruddin sudah punya anggaran,” jawab Yulianis. Pihak-pihak yang mendapat support adalah mereka yang dianggap bisa mengamankan alokasi dana, yang menurut istilah Yulianis, sudah diblok oleh Nazaruddin.

Bagian pemasaran di Grup Permai, Mindo Rosa Manulang, berperan menghubungkan dengan orang-orang yang menggiring proyek. ”Bu Rosa meminta uang untuk penggiringan,” kata Yulianis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Yulianis juga berperan menghitung apakah sebuah proyek akan menghasilkan keuntungan dengan biaya support tersebut. Jika sudah ada proyek yang ditetapkan akan digiring, sejak awal sudah diatur akan ikut proyek hingga ikut tender.

Proyek-proyek yang berhasil didapat akan dikerjakan sendiri, tetapi ada juga proyek yang ”dijual” ke pihak lain. Grup Permai akan mendapatkan fee dari penjualan proyek tersebut yang besarannya bervariasi hingga maksimal 35 persen.

Di rapat-rapat internal, perkembangan proyek itu dibahas. ”Biasanya, permintaan dari departemen marketing usul ke saya untuk support Kemenpora dan Kemendiknas,” kata Yulianis.

Untuk proyek Kemenpora, yang diingat Yulianis adalah proyek Wisma Atlet di Jakabaring, Palembang. Untuk proyek di Kemendiknas, Yulianis menyebutkan ada 12 proyek di 12 perguruan tinggi di Indonesia. Terkait dengan Angelina, Yulianis mencatat ada 16 kali transaksi yang dia anggap digunakan untuk support ke Angie dan koleganya, I Wayan Koster, selaku anggota DPR dan Badan Anggaran DPR.

Angelina didakwa menerima hadiah atau janji sebesar Rp 12,580 miliar dan 2,350 juta dollar Amerika Serikat dari PT Permai Grup. (amr)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.