Tsunami Tertua di Nusantara

Kompas.com - 15/08/2012, 15:01 WIB
EditorTri Wahono

Oleh Prasetyo Eko P/Ahmad Arif

KOMPAS.com - Lonceng-lonceng di Kastel Victoria di Leitimor, Ambon, berdentang sendiri. Orang berjatuhan ketika tanah bergerak naik turun seperti lautan. Tak lama kemudian air laut datang dengan suara bergemuruh.

Demikian penggalan catatan naturalis Georg Everhard Rumphius tentang gempa dahsyat disusul tsunami yang melanda Pulau Ambon dan Seram pada 17 Februari 1674. Catatan itu dibuat Rumphius pada 1675 dan jadi satu-satunya naskah yang diterbitkannya semasa hidup.

Kastel Victoria di Leitimor itu kini ada dalam kompleks Benteng Victoria, Ambon. Lokasi benteng ini persis di seberang Kantor Gubernur Provinsi Maluku. Saat ini benteng itu dijadikan kompleks perkantoran dan perumahan Komando Daerah Militer XVI/Pattimura.

Catatan Rumphius itu sejauh ini merupakan dokumentasi lengkap tertua yang dibuat tentang gempa dan air laut naik (istilah tsunami belum dikenal saat itu) di Nusantara. Sebelumnya, bahkan hingga ratusan tahun kemudian, kisah tsunami di Nusantara lebih kerap disebutkan dalam cerita lisan.

Awalnya, naskah ini disimpan di Perpustakaan Kerajaan Belanda di Den Haag dalam kategori anonim. Baru pada tahun 1871 ditetapkan bahwa laporan itu dibuat Rumphius. Pada tahun 1998, catatan itu diterbitkan kembali atas transkripsi W Buijze.

MJ Sirks PhD, profesor genetika dari Universitas Groningen dalam tulisan Rumphius, the Blind Seer of Amboina menyatakan, Rumphius begitu terikat dengan Ambon karena selama hampir 50 tahun dia tinggal di sana dan mengalami tragedi sekaligus kebahagiaan dalam pekerjaannya.

Penyaksi buta

Kisah perjalanan Rumphius memang penuh tragedi. Dia menghabiskan masa mudanya di Hanau, Jerman, tempat ayahnya, August Rumpf, menjadi arsitek terkenal. Namun, itu tidak menghalangi ketertarikan Rumphius untuk menjadi petualang. Ia berharap untuk melihat dunia yang lebih besar dari Hanau.

Rumphius pun meminta gurunya, Count Ludwig von Solms Grifenstein-Braunfels, untuk didaftarkan sebagai tentara Republik Venesia.

Namun, setelah naik ke kapal di Holland, bagian barat Belanda, ia sadar telah ditipu. Rumphius ternyata justru dimasukkan menjadi tentara West Indies Company (WIC). Awalnya dia memang akan dikirim sebagai prajurit ke Venesia, namun kapal itu mengubah haluan dan membawa para prajurit itu ke Brasil.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Muhammadiyah Minta Jokowi Perbaiki Komunikasi di Tengah Pandemi

    Muhammadiyah Minta Jokowi Perbaiki Komunikasi di Tengah Pandemi

    Nasional
    Mengacu Fatwa MUI DKI, DMI Anjurkan Shalat Jumat Dibagi 2 Gelombang

    Mengacu Fatwa MUI DKI, DMI Anjurkan Shalat Jumat Dibagi 2 Gelombang

    Nasional
    KPK Diharapkan Segera Jerat Eks Sekretaris MA Nurhadi dengan Pasal Pencucian Uang

    KPK Diharapkan Segera Jerat Eks Sekretaris MA Nurhadi dengan Pasal Pencucian Uang

    Nasional
    Hari ke-8 Arus Balik Lebaran, 8.224 Kendaraan Diminta Putar Balik

    Hari ke-8 Arus Balik Lebaran, 8.224 Kendaraan Diminta Putar Balik

    Nasional
    Pimpin Forum Internasional, BPJS Kesehatan Dorong Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

    Pimpin Forum Internasional, BPJS Kesehatan Dorong Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

    Nasional
    Kasus Jiwasraya Disidangkan Besok, Kejagung Tetap Kembangkan Penyidikan

    Kasus Jiwasraya Disidangkan Besok, Kejagung Tetap Kembangkan Penyidikan

    Nasional
    Jusuf Kalla: Masjid Boleh Dibuka jika Aturan PSBB Dicabut

    Jusuf Kalla: Masjid Boleh Dibuka jika Aturan PSBB Dicabut

    Nasional
    Pilkada di Tengah Pandemi, KPU dan Bawaslu Diingatkan soal Malaadministrasi

    Pilkada di Tengah Pandemi, KPU dan Bawaslu Diingatkan soal Malaadministrasi

    Nasional
    Haris Azhar soal KPK Tangkap Nurhadi: Ini Menentukan Kualitas Penyidik seperti Novel Baswedan

    Haris Azhar soal KPK Tangkap Nurhadi: Ini Menentukan Kualitas Penyidik seperti Novel Baswedan

    Nasional
    KPK Diminta Tak Lupa Tangkap DPO Lain Terkait Kasus Suap Nurhadi

    KPK Diminta Tak Lupa Tangkap DPO Lain Terkait Kasus Suap Nurhadi

    Nasional
    Jubir Pemerintah: Anak-anak Seharian di Rumah, tetapi Rentan Tertular Covid-19 dari Orang Dewasa

    Jubir Pemerintah: Anak-anak Seharian di Rumah, tetapi Rentan Tertular Covid-19 dari Orang Dewasa

    Nasional
    Rabu Besok, 6 Tersangka Kasus Jiwasraya Jalani Sidang Perdana

    Rabu Besok, 6 Tersangka Kasus Jiwasraya Jalani Sidang Perdana

    Nasional
    Beda Klaim Menag Fachrul Razi dan Komisi VIII Soal Haji 2020

    Beda Klaim Menag Fachrul Razi dan Komisi VIII Soal Haji 2020

    Nasional
    Kepala Bappenas: Penerapan New Normal Tak Perlu Dirumit-rumitkan

    Kepala Bappenas: Penerapan New Normal Tak Perlu Dirumit-rumitkan

    Nasional
    New Normal, Pelatihan Kartu Prakerja Dilakukan Tatap Muka

    New Normal, Pelatihan Kartu Prakerja Dilakukan Tatap Muka

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X