Kompas.com - 09/08/2012, 21:39 WIB
Penulis Joe Leribun
|
EditorAna Shofiana Syatiri

Jakarta, KOMPAS.com - Animo masyarakat untuk menggadaikan barang berharga berupa emas hingga BPKP meningkat menjelang Lebaran. Hal ini dikarenakan banyaknya masyarakat yang membutuhkan dana tunai untuk memenuhi kebutuhan Lebaran.

Humas Kanwil VIII Perum Pegadaian Jakarta Ramses Gurning mengungkapan, peningkatan jumlah barang yang digadai menjelang Lebaran mencapai 10-15 persen, dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.

"Emang polanya seperti itu, setiap mau Lebaran, permintaan akan gadai itu meningkat. Kalau dibanding bulan-bulan sebelumnya, naiknya sekitar sepuluh hingga lima belas persen", ungkap Ramses Gurning saat ditemui Kompas.com, di Jakarta, Kamis (9/8/2012).

Seperti tahun-tahun sebelumnya, orang yang ingin menggadaikan barang miliknya sudah mulai terlihat sejak awal Puasa. Kebanyakan barang yang digadaikan berupa emas, baik itu dalam bentuk perhiasan atau pun logam mulia. Menurut Ramses, besaran emas yang digadaikan bermacam-macam.

"Rata-rata orang yang menggadaikan emasnya besarnya 5-25 gram. Itu tergantung bentuk perhiasannya. Bisa berupa cincin, kalung, atau gelang yang terbuat dari emas, termasuk berlian-berlianya. Pokoknya kita tidak membatasi ukurannya," tuturnya.

Selain emas, ada juga yang menggadaikan barang eletronik dan kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil. Namun dua jenis barang itu kurang diminati warga karena proses penggadaiannya cukup lama.

"Karena yang gadai BPKB itu kita perlu lihat usahanya, layak nggak. Tetapi cukup banyak juga yang gadai BPKB," ungkapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bagi masyarakat yang ingin menggadaikan barang miliknya, ada beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi, yakni membawa barang jaminan miliknya dan tanda identitas seperti KTP, KK (Kartu Keluarga), atau Paspor. Sementara untuk yang ingin menggadaikan barang berupa kendaraan bermotor, harus dilengkapi dengan STNK dan BPKB.

Menurut Ramses, warga yang sudah terlihat ramai menggadaikan barang miliknya mulai awal puasa ini nantinya akan ramai kembali saat menjelang Lebaran, untuk menebus barang-barang miliknya yang digadaikan.

"Biasanya nanti, pas seminggu sebelum Lebaran orang-orang bakal ramai yang melunasi buat nebus barang-barangnya itu biar nanti bisa dipakai pas Lebaran," terang Ramses.

Diungkapkan Ramses, tahun ini Kanwil VIII Perum Pegadaian Jakarta menargetkan nilai barang yang digadaikan sebesar Rp 8,1 triliun. Dari target tersebut, hingga bulan Juni telah terealisir sebesar 4,236 triliun atau sekitar 46,56%. Pendapatan tersebut meningkat 39,83% dari pendapatan tahun 2011, yakni Rp 3,020 triliun.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.