Dedy Diharap Ungkap Pihak Lain

Kompas.com - 21/07/2012, 02:23 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Komisi Pemberantasan Korupsi memastikan Dedy Kusdinar bukan tersangka terakhir dalam kasus korupsi proyek pembangunan kompleks olahraga Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Dedy diharapkan bisa menjadi jalan untuk membuka pihak lain yang terlibat kasus itu.

”Soal anak tangga itu hanya analogi saja dari Pak Bambang (Widjojanto, Wakil Ketua KPK). Tentu anak tangga itu tidak hanya satu, bisa dua atau tiga,” kata Johan Budi, Juru Bicara KPK, Jumat (20/7). Bambang menyatakan, Dedy adalah ”anak tangga” pertama untuk mengejar keterlibatan pihak lain.

Dedy, pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam proyek Hambalang, diharapkan bisa mengungkap pihak-pihak yang ikut terlibat. Secara struktural, Dedy menjadi bawahan Menpora Andi Mallarangeng selaku kuasa pemegang anggaran. Terkait naiknya status kasus Hambalang ke penyidikan, tim penyidik KPK, kemarin, melakukan penggeledahan di sejumlah tempat.

Setelah menggeledah tujuh lokasi, beberapa tempat baru itu digeledah. ”Proses penggeledahan terkait Hambalang di PT Adhi Karya. Lebih dari tujuh tempat diperiksa,” ujarnya.

Dari hasil penggeledahan itu, KPK menyita beberapa tumpuk dokumen yang diduga bisa menjadi bukti dalam korupsi Hambalang.

Saat ditanya apakah PT Dutasari Citralaras juga ikut digeledah, Johan menyatakan belum digeledah. ”Belum ada. Info dari Satgas, sekarang kantor pusat Adhi Karya yang digeledah, kemarin kantor cabang,” katanya.

PT Dutasari menjadi salah satu penggarap dalam proyek Hambalang. Mantan komisaris perusahaan itu, Athiyyah Laila, pernah diperiksa KPK terkait penyelidikan kasus ini. (RAY/BIL)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.