Memberi ASI Eksklusif Menurunkan Berat Badan - Kompas.com

Memberi ASI Eksklusif Menurunkan Berat Badan

Kompas.com - 12/07/2012, 17:12 WIB

KOMPAS.com — Memberikan ASI eksklusif seusai melahirkan sudah banyak diakui bisa menjadi cara mudah untuk membuang kelebihan lemak semasa hamil. Keuntungan lain adalah menekan risiko diabetes dan sederet manfaat kesehatan lainnya, baik untuk ibu maupun bayi.

Dalam International Journal of Obesity, para peneliti menemukan bahwa semakin sering seorang wanita melahirkan, makin tinggi indeks massa tubuh (BMI) mereka. BMI dikatakan normal jika 18,5-24,9, dan dikatakan obesitas bila tingkat BMI 30 atau lebih.

Kirsty Bobrow dan timnya dari Universitas Oxford, Inggris, mengevaluasi informasi dari 740.000 wanita menopause yang terlibat dalam Britain Million Women Study antara tahun 1996 dan 2001. Rata-rata usia mereka adalah 58 tahun. Setiap partisipan diminta untuk melaporkan tinggi, berat, sejarah melahirkan anak, termasuk menjawab pertanyaan seputar menyusui.

Hasil analisa menunjukkan, semakin sering seorang wanita melahirkan, indeks massa tubuh cenderung lebih tinggi. Di antara mereka yang tidak punya anak, rata-rata BMI adalah 25,6 (mengalami sedikit kelebihan berat badan). Sementara wanita yang memiliki empat atau lebih anak, rata-rata BMI-nya 27,2.

Di antara partisipan yang baru melahirkan, 70 persen memberikan ASI dan melakukannya selama rata-rata 7,7 bulan. Peneliti menemukan bahwa selam enam bulan menyusui, rata-rata level BMI 1 persen lebih rendah. Meskipun penurunannya relatif kecil, tapi dampaknya cukup baik.

Para peneliti memiliki beberapa hipotesis tentang mengapa menyusui membantu mengontrol berat badan dalam jangka panjang. Salah satunya adalah tentang apa yang disebut reset hipotesis.

"Menyusui mungkin terlibat dalam pengaturan kembali pusat kontrol berbagai metabolisme dalam otak setelah melahirkan," jelas Bobrow.

 Studi lain menunjukkan, dengan menyusui, lemak tubuh akan lebih banyak terbakar. Tentu saja untuk bisa kembali langsing, menyusui saja tidak cukup. Perhatikan pula pola makan dan aktivitas Anda.


EditorLusia Kus Anna

Terkini Lainnya

Libur Panjang Lebaran Dinilai Momentum Majukan Ekonomi Kreatif Daerah

Libur Panjang Lebaran Dinilai Momentum Majukan Ekonomi Kreatif Daerah

Nasional
Sandiaga : Ini Pertama Kali 'Video Call' Digunakan sejak Jakarta Smart City Berdiri

Sandiaga : Ini Pertama Kali "Video Call" Digunakan sejak Jakarta Smart City Berdiri

Megapolitan
Hinggap di Pekarangan Rumah Warga, Seekor Elang Sikep Madu Diselamatkan

Hinggap di Pekarangan Rumah Warga, Seekor Elang Sikep Madu Diselamatkan

Regional
Bus Transjakarta yang Dilukis Anak-anak Disabilitas Dioperasikan di Koridor 1

Bus Transjakarta yang Dilukis Anak-anak Disabilitas Dioperasikan di Koridor 1

Megapolitan
'Saya Kepengin Sentil Dia, Kok, Ada Orang Bisa Kejam Begitu...'

"Saya Kepengin Sentil Dia, Kok, Ada Orang Bisa Kejam Begitu..."

Megapolitan
3 Jurusan Soshum Paling Ketat di SBMPTN 2018

3 Jurusan Soshum Paling Ketat di SBMPTN 2018

Edukasi
Wali Kota Jakut Tak Mau Tanggapi Pujian Taufik

Wali Kota Jakut Tak Mau Tanggapi Pujian Taufik

Megapolitan
Mencari Lokasi Relokasi Pedagang Blok G di Blok F Pasar Tanah Abang

Mencari Lokasi Relokasi Pedagang Blok G di Blok F Pasar Tanah Abang

Megapolitan
Wali Kota di Jepang Berjuang Ubah Larangan Perempuan Masuk Arena Sumo

Wali Kota di Jepang Berjuang Ubah Larangan Perempuan Masuk Arena Sumo

Internasional
Sekjen PPP Sebut Gerindra Masih Bahas Opsi Prabowo Jadi Cawapres Jokowi

Sekjen PPP Sebut Gerindra Masih Bahas Opsi Prabowo Jadi Cawapres Jokowi

Nasional
Pemilik Lahan Akui Kesulitan Cegah Warga Buang Sampah di Kolong Tol Pelabuhan

Pemilik Lahan Akui Kesulitan Cegah Warga Buang Sampah di Kolong Tol Pelabuhan

Megapolitan
SBY Akan Bertemu Presiden PKS, Partai Gerindra Tak Khawatir

SBY Akan Bertemu Presiden PKS, Partai Gerindra Tak Khawatir

Nasional
Bahas Pengurangan Uang Pensiun Tentara, Wakil Rakyat Taiwan Berkelahi

Bahas Pengurangan Uang Pensiun Tentara, Wakil Rakyat Taiwan Berkelahi

Internasional
Imbas Penemuan Bom Sisa Perang Dunia II, KBRI di Berlin Ditutup Sementara

Imbas Penemuan Bom Sisa Perang Dunia II, KBRI di Berlin Ditutup Sementara

Nasional
Umumkan Krisis Keuangan Negara, Menteri Luar Negeri Sudan Dipecat

Umumkan Krisis Keuangan Negara, Menteri Luar Negeri Sudan Dipecat

Internasional

Close Ads X