RI Kontribusi ke IMF - Kompas.com

RI Kontribusi ke IMF

Kompas.com - 09/07/2012, 02:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS - Pemerintah memberikan sinyal bahwa Pemerintah Indonesia akan memberikan pinjaman kepada Dana Moneter Internasional. Belum ada kepastian berapa dan dari mana dana pinjaman akan dikucurkan ke lembaga keuangan internasional tersebut.

Direktur Eksekutif Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) Christine Lagarde dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta, Selasa (10/7). Salah satu agenda pembicaraan disebut-sebut adalah tentang kebutuhan IMF menghimpun dana dari negara-negara G-20 untuk kepentingan perekonomian global.

Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto di Jakarta, Minggu (8/7), menyatakan, hal yang diketahuinya, pemberian pinjaman kepada IMF adalah bentuk partisipasi Indonesia dalam ikut menjaga stabilitas ekonomi keuangan dunia. Indonesia merupakan salah satu negara anggota IMF, yang keterwakilannya dalam Board of Governor direpresentasikan oleh gubernur Bank Indonesia (BI) dan sebagai Alternate Governor adalah wakil menteri keuangan.

Rahmat menjelaskan, bentuk partisipasi Indonesia dapat berupa pembelian surat utang yang diterbitkan IMF. Dari sisi Indonesia, ini bisa dianggap sebagai investasi yang memberikan imbal hasil dan dananya bisa dapat memanfaatkan cadangan devisa yang masih cukup besar.

”Peringkat kredit IMF adalah triple A, jadi aman. Jadi, di satu sisi Indonesia berperan ikut menjaga stabilitas ekonomi keuangan dunia. Di sisi lain, dapat memanfaatkan dana cadangan devisa secara produktif,” kata Rahmat sambil menambahkan bahwa pemerintah belum mengambil keputusan akhir.

Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis menyatakan, pihaknya sudah berbicara dengan kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Soemantri Brodjonegoro perihal agenda IMF dan posisi pemerintah.

Kemungkinan, pemerintah akan memberikan pinjaman, tetapi bukan dari APBN, melainkan dari devisa negara.

Pengelolaan devisa negara adalah BI. Saat ini, menurut Harry, saldonya sekitar 111 miliar dollar AS.

”IMF mengeluarkan obligasi. Lalu, obligasi ditawarkan kepada anggota G-20, salah satunya Indonesia. Saya tidak tahu apakah itu kesepakatan G-20 yang notabene kesepakatan antarpemerintah. BI bukan pemerintah. Artinya, BI tak wajib memenuhi permintaan itu,” kata Harry. (LAS)


Editor

Terkini Lainnya

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Nasional
Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Regional
Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Nasional
Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, 'Teller' Bank Ditangkap Polisi

Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, "Teller" Bank Ditangkap Polisi

Regional
50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

Internasional
Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Nasional
Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Regional
Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Nasional
Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Regional
Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Internasional
Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Regional
Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Internasional
Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Nasional
Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Regional
Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Internasional

Close Ads X