Raden Saleh, Penyumbang Museum Nasional - Kompas.com

Raden Saleh, Penyumbang Museum Nasional

Kompas.com - 30/06/2012, 14:00 WIB

KOMPAS.com — Mungkin tidak banyak yang tahu kalau Raden Saleh banyak bergerak di bidang ilmiah. Ketika pada tahun 1851 di Delft (Belanda), berdiri KITLV (Koninklijk Instituut voor Taal-, Land-en Volkenkunde atau Institut Kerajaan untuk Linguistik dan Ilmu Bangsa-Bangsa), Raden Saleh menjadi anggota pertama dan anggota donor.

Tahun 1865, Raden Saleh mengajukan permohonan izin dan dukungan dari pemerintah kolonial untuk melakukan perjalanan budaya keliling Pulau Jawa. Menurutnya, perjalanan semacam ini bisa digunakan untuk mencari benda-benda arkeologi dan manuskrip yang masih dimiliki oleh keluarga-keluarga pribumi. Minat Raden Saleh demikian besar karena dia banyak bergaul dengan orang-orang Bataviaasch Genootschaap van Kunsten en Wetenschappen (BGKW), cikal bakal Museum Nasional.

Beberapa bulan kemudian, Raden Saleh mulai melakukan pekerjaan ekskavasi untuk mencari fosil-fosil. Situs itu berlokasi di Banyunganti, Kabupaten Sentolo, Jawa Tengah. Raden Saleh mendapatkan sebuah tulang belakang sepanjang 18 kaki, lengkap dengan tulang-tulang rusuk. Sejumlah gigi dari binatang yang sama juga ditemukan. (Raden Saleh: Anak Belanda, Mooi Indie & Nasionalisme, 2009).

Pada lokasi ekskavasi kedua di Kalisono, sekitar 11 kilometer dari lokasi pertama, dia menemukan bagian kepala, sejumlah tulang rusuk, tiga gigi, dan siput laut. Di lokasi ketiga yang sulit, Raden Saleh menemukan dua tulang sendi. Di lokasi keempat, Gunung Plawangan, fosil yang ditemukan berupa dua persendian dan satu gigi. Semua fosil temuan Raden Saleh dikirim ke Batavia.

Raden Saleh juga membawa sejumlah besar koleksi arkeologi dari logam dan benda-benda etnografi. Benda-benda itu kemudian dipamerkan oleh Dewan BGKW. Karena sumbangannya dianggap luar biasa, maka Raden Saleh diangkat menjadi anggota kehormatan BGKW. Dia adalah orang pribumi pertama yang mendapat kehormatan itu. Raden Saleh menghadiahkan sebuah tombak antik, dua senjata, dan dua prasasti logam. Ternyata, Raden Saleh merupakan penyumbang terbesar Museum Nasional. Sayang, dia meninggal pada 23 April 1880 di Bogor.

(Djulianto Susantio, Pemerhati Sejarah dan Budaya)

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorPingkan

    Terkini Lainnya

    13 Mei, PKS Akan Umumkan Keputusan Resmi Terkait Pilpres 2019

    13 Mei, PKS Akan Umumkan Keputusan Resmi Terkait Pilpres 2019

    Nasional
    Gerindra Yakin Elektabilitas Sudrajat-Syaikhu Meningkat Drastis Jelang Coblosan

    Gerindra Yakin Elektabilitas Sudrajat-Syaikhu Meningkat Drastis Jelang Coblosan

    Nasional
    Politisi PKS Tak Rela jika Prabowo Pilih Anies daripada Kader PKS

    Politisi PKS Tak Rela jika Prabowo Pilih Anies daripada Kader PKS

    Nasional
    Survei Cyrus Network: Anies Paling Cocok Dampingi Prabowo di Pilpres

    Survei Cyrus Network: Anies Paling Cocok Dampingi Prabowo di Pilpres

    Nasional
    Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

    Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

    Nasional
    Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

    Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

    Regional
    Berkali-kali Hasil Survei Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

    Berkali-kali Hasil Survei Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

    Nasional
    Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, 'Teller' Bank Ditangkap Polisi

    Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, "Teller" Bank Ditangkap Polisi

    Regional
    50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

    50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

    Internasional
    Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

    Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

    Nasional
    Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

    Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

    Regional
    Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

    Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

    Nasional
    Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

    Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

    Regional
    Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

    Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

    Internasional
    Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

    Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

    Regional

    Close Ads X