Keterlibatan TNI Bakal Picu Keributan - Kompas.com

Keterlibatan TNI Bakal Picu Keributan

Kompas.com - 26/03/2012, 09:49 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Banyaknya elemen massa yang akan menyampaikan aspirasinya soal rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), hari ini, Senin (26/3/2011) di Medan, berpotensi menimbulkan keributan, karena indikasi adanya provokasi.

"Potensi chaos pasti ada. Aku berpandangan bahwa provokasi datang dari pihak Pemerintah yang mengerahkan TNI untuk mengamankan aksi. Ini berbahaya," tegas Irwandi Lubis, Kepala Divisi HAM Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan yang dihubungi via seluler pada Senin dini hari (26/3/2012). 

Menurut Irwandi, selain melawan hukum dan Undang-undang TNI Nomor 34 Tahun 2004, kebijakan Pemerintah melibatkan TNI dalam penanggulangan aksi penolakan BBM adalah langkah provokatif dan justru akan memperbesar kemungkinan pergesekan di lapangan. Karena TNI tidak disiapkan dalam pengendalian massa tapi untuk operasi perang/tempur atau non perang.

"Dengan mengerahkan TNI, sama saja menempatkan rakyat sebagai ancaman terhadap aspek pertahanan negara. Sedangkan eskalasi aksi adalah eskalasi sosial dalam negeri yang mtlak harus di manajemeni Polri sebagai alat  keamanan sesuai tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) masing-masing. Aku menilai Pemerintah  berlebihan," tegasnya.

Penolakan senada juga dikatakan Koordinator KontraS Sumut, Muhrizal Syahputra. KontraS se-Indonesia bersama jaringan aktivis nasional menolak sikap Menkopolhukam yang melibatkan TNI dalam penanganan aksi unjuk rasa penolakan  kenaikan BBM. Sebab, pelibatan TNI tidak  berdasarkan konstitusi dan pertimbangan DPR RI. Penanganan aksi-aksi merupakan kewenangan Polri. Aksi selama ini dilakukan dengan damai dan tertib.

"Kami KontraS Sumut menolak akan dilakukannya penurunan 7 Batalion TNI Kodam I BB dalam penanganan aksi penolakan kenaikan BBM," kata Rizal. 

Seperti diberitakan, sekitar 93 elemen masyarakat di Kota Medan dan luar Kota Medan yang tergabung dalam Kongres Rakyat Sumatera Utara (KRSU) dengan perkiraan massa 10 sampai 20 ribu massa akan turun ke jalan pada Senin (26/3/2012). "93 elemen sekitar 10 sampai 20 ribu massa akan turun besok," kata Mangaliat Simarmata dari tim advokasi KRSU yang dihubungi via seluler Minggu malam (25/3/2012) sekira pukul 21.00 WIB. 

KRSU akan melakukan aksi damai tolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM)  hingga kenaikan tersebut dibatalkan. Titik kumpul di Lapangan Merdeka  Medan sekira pukul 10.00 WIB, lalu menuju sasaran aksi ke Bandara  Internasional Polonia, kawasan Tol Belawan, DPRD, Kantor Gubernur  Sumut, dan kantor Pertamina di Jalan Putri Hijau.

Informasi yang berkembang bahwa aksi-aksi yang akan terjadi besok akan berdampak lebih parah dari aksi tahun 1998. Banyak himbauan lisan dan pesan singkat yang menyarankan agar tidak melakukan aktivitas di luar  rumah. Massa juga diperkirakan akan menutup banyak ruas jalan penting  yang akan menimbulkan kemacetan panjang.

Sasaran aksi selain tersebut  di atas adalah kantor Wali Kota Medan, Bundaran SIB, kantor BPN,  Petronas di Jalan Pattimura, Ring Roud, Polonia, Belawan, dan RRI.  Massa yang turun tidak hanya KRSU, juga Front Rakyat Sumut, dan  elemen-elemen rakyat yang membentuk kesatuan sendiri.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorGlori K. Wadrianto

    Terkini Lainnya

    Prabowo Sering Ajak Anies Ngobrol, tetapi Bukan soal Cawapres...

    Prabowo Sering Ajak Anies Ngobrol, tetapi Bukan soal Cawapres...

    Nasional
    Kesalahan Warga Setiap Kali Melihat Lokasi Kejahatan...

    Kesalahan Warga Setiap Kali Melihat Lokasi Kejahatan...

    Megapolitan
    Calon Jemaah Haji yang Wafat sebelum Berangkat Kini Bisa Digantikan Keluarganya

    Calon Jemaah Haji yang Wafat sebelum Berangkat Kini Bisa Digantikan Keluarganya

    Nasional
    Di Persidangan, Bos First Travel Akan Beberkan soal Aset yang Dibekukan

    Di Persidangan, Bos First Travel Akan Beberkan soal Aset yang Dibekukan

    Nasional
    Rela Antre Berjam-jam demi 'Es Kepal Milo' yang Viral di Medsos...

    Rela Antre Berjam-jam demi "Es Kepal Milo" yang Viral di Medsos...

    Megapolitan
    Elektabilitas Ridwan Kamil-Uu Turun di Survei Indo Barometer, Apa Sebabnya?

    Elektabilitas Ridwan Kamil-Uu Turun di Survei Indo Barometer, Apa Sebabnya?

    Nasional
    Unjuk Rasa, Massa di Aceh Tuntut Eksekusi Cambuk Tetap Digelar di Ruang Terbuka

    Unjuk Rasa, Massa di Aceh Tuntut Eksekusi Cambuk Tetap Digelar di Ruang Terbuka

    Regional
    Banyak Penumpang Southwest Tak Pakai Masker Oksigen dengan Benar

    Banyak Penumpang Southwest Tak Pakai Masker Oksigen dengan Benar

    Internasional
    Ini yang Harus Dilakukan Jokowi agar Pemangkasan 14 Proyek Tak Jadi Titik Lemah

    Ini yang Harus Dilakukan Jokowi agar Pemangkasan 14 Proyek Tak Jadi Titik Lemah

    Nasional
    Mengamuk dan Melukai 3 Warga, Seekor Kerbau Ditembak Polisi

    Mengamuk dan Melukai 3 Warga, Seekor Kerbau Ditembak Polisi

    Regional
    5 Pengakuan Bimanesh soal Fredrich dan Kejanggalan Perawatan Setya Novanto

    5 Pengakuan Bimanesh soal Fredrich dan Kejanggalan Perawatan Setya Novanto

    Nasional
    Tahap Dua Penataan Tanah Abang, dari Blok G hingga 'Skybridge'

    Tahap Dua Penataan Tanah Abang, dari Blok G hingga "Skybridge"

    Megapolitan
    Penutupan Sense Karaoke di Mangga Dua yang Berjalan Tanpa Perlawanan

    Penutupan Sense Karaoke di Mangga Dua yang Berjalan Tanpa Perlawanan

    Megapolitan
    Sidang Dokter Bimanesh Sutarjo Akan Hadirkan Setya Novanto

    Sidang Dokter Bimanesh Sutarjo Akan Hadirkan Setya Novanto

    Nasional
    Korban Tewas Akibat Miras Oplosan di Indonesia 112 Orang

    Korban Tewas Akibat Miras Oplosan di Indonesia 112 Orang

    Regional

    Close Ads X