LIPI: Guru Kekurangan Waktu Meneliti karena Mengajar

Kompas.com - 07/03/2012, 17:37 WIB
EditorInggried Dwi Wedhaswary

SEMARANG, KOMPAS.com - Penelitian-penelitian yang dilakukan guru selama ini masih minim karena guru kekurangan waktu meneliti akibat waktunya habis untuk mengajar. Hal itu dikatakan Pustakawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Rosa Widyawan.

"Penelitian yang sering ditemukan masih sebatas penelitian tindakan kelas (PTK). Namun persoalan riil yang terjadi di kalangan siswa masih jarang," katanya, di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (7/3/2012).

Padahal, kata Rosa, persoalan-persoalan riil yang terjadi di kalangan siswa seperti tawuran, perilaku anak-anak yang membolos justru lebih mengena dan membutuhkan langkah penyelesaian secara optimal melalui penelitian mendalam.

Ia menjelaskan, riset-riset yang dilakukan guru masih sebatas penelitian tindakan (action). Akan tetapi, penelitian yang sifatnya aplikatif belum banyak dilakukan sehingga akan memengaruhi prestasi belajar siswa di sekolah.
 
"Kalau secara kuantitas, sebenarnya ada sekitar 4.000 an hasil riset guru yang ada di LIPI. Namun secara kualitas dan kontinuitas memang tidak banyak. Akibatnya, riset-riset guru ’mati suri’, tidak berkelanjutan," katanya.
  
Rosa yang juga aktif meneliti kajian jurnal itu mengemukakan, hasil riset yang dilakukan guru seharusnya masuk dalam jurnal sebagai tempat mengomunikasikan hasil-hasil kajian dengan berbagai pihak untuk ditindaklanjuti.

Menurutnya, gejala-gejala sosial yang terjadi di kalangan siswa, misalnya tawuran, perilaku bolos sekolah, prestasi akademik menurun memerlukan penanganan secara khusus yang tidak mungkin mengandalkan kemampuan umum guru.

"Sebagai contoh profesi dokter, penanganan penyakit diabetes tentunya tidak mungkin mampu dilakukan oleh seluruh dokter, namun dokter yang ahli di bidang itu. Demikian juga kondisinya dengan profesi guru," papar Rosa.

Dari hasil-hasil kajian terhadap gejala sosial di kalangan siswa, lanjut Rosa, ke depannya diharapkan mampu membekali guru dengan keterampilan-keterampilan tertentu untuk mengatasinya secara lebih efektif.

"Tentunya, masalah yang dihadapi akan berbeda dan semakin berkembang. Ini memerlukan riset guru untuk membantu menemukan solusi pemecahan masalah. Namun, yang terpenting untuk mengawalinya guru harus ’melek’ informasi," kata Rosa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.