Menanti Ruang Banggar Dibongkar

Kompas.com - 03/02/2012, 02:52 WIB
Editor

Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat akhirnya memutuskan untuk ”membongkar” ruang baru Badan Anggaran di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Kursi impor seharga Rp 24 juta per unit direkomendasikan untuk diganti dengan kursi buatan dalam negeri yang harganya sekitar Rp 1,5 juta-Rp 2 juta.

Keputusan itu diambil setelah BK DPR bertemu Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR, konsultan perencana PT Gubah Laras, konsultan pengawas PT Jagat Rona Semesta, dan pelaksana pekerjaan renovasi ruang Badan Anggaran (Banggar) PT Pembangunan Perumahan bertemu pada Senin (30/1).

Setidaknya 178 unit kursi impor dari Jerman yang dibeli dengan harga Rp 4,2 miliar akan diganti dengan kursi produksi lokal. Harganya Rp 1,5 juta-Rp 2 juta per unit, dua belas kali lebih murah dibandingkan dengan kursi lama. Kursi impor itu rencananya akan dikembalikan ke supplier. Kebetulan uang pembelian 178 kursi buatan Jerman itu belum dibayarkan.

Selain kursi impor, sejumlah barang lain juga direkomendasikan untuk ditukar. Lampu impor dari Belanda seharga Rp 1,9 miliar, misalnya, akan diganti dengan lampu yang harganya lebih murah. Begitu pula sound system, jaringan internet tanpa kabel juga akan diganti.

Lukisan yang harganya hingga ratusan juta rupiah juga batal dipasang. Kaca pemisah yang dipasang di balkon pun direkomendasikan untuk diganti.

Sayangnya, karpet impor dari Amerika Serikat yang harganya mencapai Rp 980 juta tidak bisa diganti karena sudah rekat tertempel pada lantai ruangan. Tiga layar panel LED impor Korea seharga Rp 1,8 miliar juga kemungkinan tidak diganti.

Menurut Ketua BK DPR M Prakosa, dengan penggantian sejumlah barang itu, berarti ada penghematan sekitar Rp 5,7 miliar hingga Rp 6 miliar. Artinya, total biaya yang dikeluarkan untuk merenovasi ruang Banggar seluas hampir 800 meter persegi bisa ditekan dari rencana awal Rp 20,3 miliar menjadi sekitar Rp 15 miliar-Rp 16 miliar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski rekomendasi ”pembongkaran” ruang Banggar dikeluarkan sejak Senin lalu, hingga Kamis (2/2) malam sekitar pukul 19.30 belum juga dilaksanakan. Tidak ada kepastian informasi, kapan kursi-kursi impor di ruang Banggar diangkut.

Informasi yang beredar di DPR juga berubah-ubah. Awalnya, wartawan memperoleh informasi ruang Banggar ”dibongkar” pada Selasa (31/1). Namun, setelah ditunggu sampai malam hari, ”pembongkaran” tak kunjung dilaksanakan.

Lalu, ada informasi kursi impor itu diangkut Rabu (1/2) malam, tetapi ternyata tetap tidak ada ”pembongkaran”. Setelah itu, kembali beredar informasi ”pembongkaran” akan dilakukan pada Kamis malam. Akan tetapi, hingga pukul 19.30, belum terlihat aktivitas pengangkutan.

Kepala Humas Setjen DPR Jaka Dwi Winarko berjanji akan melaksanakan rekomendasi BK DPR dalam waktu sesingkat- singkatnya. ”Hari ini (Kamis) malam atau besok (Jumat) malam hari,” katanya. Menurut Jaka, waktu malam hari dipilih agar ”pembongkaran” tidak mengganggu aktivitas di parlemen. Pasalnya, pengangkutan 178 unit kursi impor membutuhkan banyak truk pengangkut.

Janji-janji telah terlewati. Janji baru disampaikan. Apa perlu rakyat ikut membantu ”membongkar” ruang Banggar?(ANITA YOSSIHARA)



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.