Rencana Bisnis untuk Produksi Massal Disiapkan

Kompas.com - 07/01/2012, 02:50 WIB
Editor

 

 

Solo, Kompas - Pemerintah Kota Solo, Jawa Tengah, kini menyiapkan rencana bisnis untuk produksi massal mobil Kiat Esemka. Ditargetkan, rencana bisnis sudah akan rampung hari Senin (9/1) pekan depan. Hal ini dijelaskan Wali Kota Solo Joko Widodo, Jumat (6/1).

Pemerhati transportasi, Rudy Thehamihardja, menyarankan, supaya dapat berkelanjutan, produksi harus disokong dengan kontrak pembelian jangka panjang. Dengan demikian, tercapailah skala ekonomis dari kendaraan produksi siswa SMK tersebut.

”Pemberian kontrak harus dimulai dari pemerintah. Sebab, pemerintah harus memberi contoh untuk menaruh kepercayaan bagi produk dalam negeri,” kata Rudy, Jumat di Jakarta.

Rencana bisnis tersebut, menurut Joko Widodo, meliputi, antara lain, target kapasitas, nilai investasi, kebutuhan gudang, pemasaran, dan mesin yang harus disiapkan. Untuk pendanaan, akan diusulkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk pembangunan assembly line dan finishing line serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Solo untuk pengembangan Solo Techno Park (STP), yang rencananya akan digunakan sebagai tempat memproduksi mobil.

”Sudah banyak investor lokal yang menyatakan berminat, tetapi belum bisa kami sebutkan nama-namanya,” kata Jokowi, panggilan akrabnya.

SUV

Untuk pengelolaan, lanjut Jokowi, masih dipikirkan, apakah diurus oleh perseroan terbatas, oleh Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD), atau bentuk lainnya. Sumber daya manusianya akan diambilkan dari sekolah menengah kejuruan (SMK), dan finishing dilakukan di Bengkel Kiat Motor. Adapun suku cadang dan komponen akan dikerjakan oleh industri kecil dan menengah atau industri rumah tangga, seperti di sentra cor logam di Ceper, Klaten; dan Tegal.

”Nanti lulusan SMK yang akan membangun industri rumah tangganya, misalnya membuat knalpotnya saja, membuat pintunya saja, joknya saja, dan seterusnya. Dari mereka dikumpulkan lalu dirakit di STP,” papar Jokowi. Tahap awal, produksi difokuskan pada kendaraan jenis sport utility vehicle (SUV) dan pikap (minitruck) yang dapat digunakan oleh pelaku usaha produktif, seperti pedagang kecil dan petani.

Soal kesiapan industri, Freddy Hermawan, Supervisor Bengkel Saerah, Solo, mengungkapkan, sepanjang ada suntikan permodalan dari investor atau pemerintah, industri siap mendukung. Freddy pernah menerima pesanan 10 unit camshaft dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Camshaft adalah bagian mesin yang berfungsi untuk buka tutup katup. (EKI/RYO)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.