Tersinggung, PDI-P Keluar dari Ruang Audiensi

Kompas.com - 30/11/2011, 14:32 WIB
Penulis Antony Lee
|
EditorMarcus Suprihadi

BOGOR, KOMPAS.com Merasa tersinggung dan dipojokkan dalam aduensi dengan perwakilan organisasi masyarakat, Fraksi PDI Perjuangan keluar dari ruang audiensi DPRD Kota Bogor, Rabu (30/11/2011).

"Memang benar interpelasi itu PDI-P yang mengajukan. Lalu kenapa? Interpelasi itu hak untuk bertanya kok," kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Untung W Maryono seusai meninggalkan ruang pertemuan.

Dalam pertemuan itu, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Golkar, Demokrat, dan Fraksi Gabungan menyatakan dukungan kepada keputusan Wali Kota Bogor Diani Budiarto yang mencabut IMB GKI Taman Yasmin. Dukungan itu disampaikan saat menerima perwakilan sejumlah organisasi Islam di DPRD Kota Bogor, Rabu (30/11/2011).

Sementara itu, PDI Perjuangan menyatakan akan tetap berpegang pada hukum. "Saya bertanya apakah semua mendukung NKRI, Pancasila?" tutur Ketua Fraksi PDI Perjuangan Slamet Wijaya.

Pertanyaan itu dijawab "Ya" oleh perwakilan masyarakat yang beraudiensi. Namun, pernyataan Slamet langsung dipotong beberapa perwakilan masyarakat. "Sudah tidak usah omong. Percuma," tukas salah seorang peserta audiensi.

Ketua Forkami A Iman yang memimpin rombongan meminta DPRD membuat rekomendasi agar jemaat GKI Yasmin tidak beribadah di jalan atau trotoar. "Yang tidak dukung wali kota hanya satu. Saya minta disampaikan kepada jemaah, sampaikan, Muslim haramkan pilih PDI-P," ujar Iman dalam forum tersebut.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X