Kedai Kopi Lokal Makin Marak

Kompas.com - 23/09/2011, 18:34 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Kopi luwak, kopi gayo, kopi toraja... alangkah nikmatnya. Namun, di balik secangkir kopi yang sedap tersimpan pergulatan panjang. Kedai kopi lokal itu butuh militansi tersendiri untuk menyajikan biji kopi paling enak dari negeri sendiri.

Kedai kopi Anomali adalah salah satu fenomena menarik soal kebangkitan kedai kopi lokal di tengah keriuhan kedai kopi internasional yang mendominasi setiap sudut kota. Pada tahun keempat sejak berdiri, dengan ketekunan dua anak muda pendirinya, Anomali kini memiliki empat kedai di Jakarta. Di papan nama Anomali di setiap kedai diusung tagline: ”Kopi Asli Indonesia”. Di situlah soalnya kemudian.

Dengan fokus pada kopi lokal spesial (specialty coffee) dari tujuh single origin di Indonesia itu, kedai kopi ini nyatanya sanggup mencuri sorotan lampu panggung dari kalangan penikmat kopi spesial di Jakarta.

Kedai lokal di ranah specialty coffee yang dengan kesadaran penuh mengusung kopi Indonesia kini semakin marak. Kedai kopi seperti Anomali dan Kopi Kamu di Senayan Residence saban malam, apalagi pada akhir pekan, dipenuhi pengunjung. Cangkir demi cangkir kopi yang harum dirayakan penuh sukacita di kedai-kedai lokal tersebut.

”Di Anomali, kopinya lebih fresh karena mereka mengerjakan roasting biji kopi sendiri di kafenya, kita bisa lihat. Aku selalu beli beans di sana. Apalagi, kopinya langsung dari petani lokal, it’s nice,” tutur Santi Rivai (37), desainer grafis yang menggemari kopi sejak duduk di bangku SMA.

Namun, sebenarnya secangkir kopi berkualitas yang harum semerbak itu tidak mudah untuk diwujudkan. Mendapatkan biji-biji kopi berkualitas nomor satu dari negeri sendiri bukan hal yang mudah bagi kedai kopi lokal. Simak saja cerita dua anak muda pendirinya, Irvan Helmi (29) dan Muhammad Abgari alias Agam (28). Persoalan krusial yang harus mereka lalui adalah bagaimana mendapatkan biji kopi terbaik dari Indonesia.

”Indonesia merupakan negara dengan jumlah single origin kopi terbanyak di dunia. Untuk specialty coffee setidaknya ada delapan single origin di Indonesia,” ucap Agam.

Tekad mengusung kopi lokal Indonesia bagi Agam dan Irvan bukanlah berangkat dari sauvinisme, melainkan, di kalangan pencinta kopi dunia, kopi asal Indonesia memang merupakan salah satu kopi terbaik di dunia selain Kolombia dan Brasil. Sebab itu, mereka memutuskan mengeksplorasi total kopi Indonesia sendiri. Ada soal nasionalisme yang pekat juga di situ.

Nyaris seluruh kopi single origin jenis arabika berkualitas prima dapat ditemui di Anomali, seperti dari Aceh Gayo, Sumatera Mandailing, Lintong, Java Estate, Toraja Kalosi, Bali Kintamani, Flores Bajawa, hingga Papua Wamena.

Ironis
Ironisnya, cerita Agam, mereka sempat kesulitan mendapatkan kopi berkualitas premium melalui pedagang (trader) kopi yang bermain di pelataran internasional. Mereka enggan melayani pasar domestik Indonesia. Bukan apa, pihak pedagang bersikap pragmatis. Kedai kopi lokal sanggup beli berapa banyak sih produk specialty coffee? Begitu kira-kira sikap para pedagang internasional ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.