Pemda di Nias Gratiskan Biaya Perizinan

Kompas.com - 15/09/2011, 05:02 WIB
Editor

Nias, Kompas - Pemerintah daerah di Kepulauan Nias menggratiskan semua biaya pengurusan perizinan investasi. Selain itu, pemerintah setempat juga akan memfasilitasi investor dalam penyediaan lahan. Kebijakan itu dilakukan untuk menarik investasi ke wilayah tersebut.

Hal itu dikatakan Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase saat menerima kunjungan Duta Besar Thailand Thanatip Upatising beserta sejumlah pengusaha Thailand di Pulau Nias, Rabu (14/9).

Menurut Martinus, Nias layak menggratiskan perizinan guna memudahkan investasi. Untuk investasi Sri Trang Angro Industri Ltd, perusahaan eksportir karet asal Thailand, misalnya, pemda menyiapkan lahan 2.000 hektar untuk kebun dan 35 hektar untuk pabrik.

”Pemerintah punya anggaran di APBD untuk membeli tanah rakyat. Tanah itu yang akan kami sewakan kepada investor,” katanya. Sebelumnya, ada investor asal China yang tertarik menambang batubara di Pulau Nias.

Kunjungan Dubes Thailand dan sejumlah pengusaha Thailand itu bagian dari program Nias Islands Transition Project yang dilakukan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP). Selain menjajaki investasi, Thailand juga melakukan asistensi pada petani karet agar memproduksi karet berkualitas. Lebih dari 60 persen penduduk Nias bertani karet. Selama ini, karet hanya dijual mentah keluar pulau.

Thanatip Upatising mengatakan, potensi Nias bagus untuk investasi terutama karet. Namun, untuk kelanjutan investasi, semua bergantung pemerintah daerah. Masalah infrastruktur masih menjadi kendala di kepulauan ini, terutama ketersediaan air bersih dan listrik.

Hal ini mengemuka saat diskusi antara lima pemda di Kepulauan Nias dengan delegasi Thailand. Potensi air ada di banyak tempat, tetapi belum diolah, dan pasokan listrik di Kepulauan Nias saat ini hanya 12 MW.

Rencana pembangunan PLTU 3 x 7 MW di Kota Gunungsitoli baru selesai proses lelang. ”Kalau lancar Februari 2012 sudah kontrak, dan operasi komersial pada triwulan I/2014,” ujar Manajer Senior Komunikasi Perusahaan PT PLN Bambang Dwiyanto.

Kepulauan Nias memiliki lima daerah otonom, yakni Kabupaten Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan, dan Kota Gunungsitoli. ”Perlu terobosan besar untuk memajukan Kepulauan Nias, salah satunya menjadikan satu kesatuan ekonomi. Tiap kabupaten/kota tak bisa hanya bersaing,” kata Kepala Subbidang Otonomi Khusus Direktorat Penataan Daerah, Otsus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA. (WSI)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

33.429 Calon Jemaah Tak Penuhi Syarat Usia Umrah di Masa Pandemi

33.429 Calon Jemaah Tak Penuhi Syarat Usia Umrah di Masa Pandemi

Nasional
Akhir Pelarian Hiendra Soenjoto, Tersangka Penyuap Eks Sekretaris MA Nurhadi

Akhir Pelarian Hiendra Soenjoto, Tersangka Penyuap Eks Sekretaris MA Nurhadi

Nasional
404.048 Kasus Covid-19 di Indonesia, Satgas Ingatkan 54 Daerah yang 10 Minggu Nyaman di Zona Oranye

404.048 Kasus Covid-19 di Indonesia, Satgas Ingatkan 54 Daerah yang 10 Minggu Nyaman di Zona Oranye

Nasional
[POPULER NASIONAL] Kemitraan AS-Indonesia Dinilai Cukup Penting | Polri Dianggap Berlebihan dalam Lindungi Nama Presiden

[POPULER NASIONAL] Kemitraan AS-Indonesia Dinilai Cukup Penting | Polri Dianggap Berlebihan dalam Lindungi Nama Presiden

Nasional
Melihat Kans Gibran di Pilkada Solo, Akankah Mudah Putra Presiden Lawan Orang Biasa?

Melihat Kans Gibran di Pilkada Solo, Akankah Mudah Putra Presiden Lawan Orang Biasa?

Nasional
Intensifnya Pertemuan Indonesia-AS: Permintaan 'True Friend', Investasi, dan Laut China Selatan

Intensifnya Pertemuan Indonesia-AS: Permintaan "True Friend", Investasi, dan Laut China Selatan

Nasional
Peringatan Maulid Nabi, Jokowi Ingatkan Kepedulian Sosial di Masa Pandemi

Peringatan Maulid Nabi, Jokowi Ingatkan Kepedulian Sosial di Masa Pandemi

Nasional
Polri Tangkap Oknum Petugas Lapas Pekanbaru, Diduga Kurir Narkoba di Jaringan Dikendalikan Napi

Polri Tangkap Oknum Petugas Lapas Pekanbaru, Diduga Kurir Narkoba di Jaringan Dikendalikan Napi

Nasional
Pemuda dan Masa Depan Indonesia

Pemuda dan Masa Depan Indonesia

Nasional
54 Wilayah Ini Zona Oranye Covid-19 Selama 10 Minggu, Satgas Nilai akibat Merasa Nyaman

54 Wilayah Ini Zona Oranye Covid-19 Selama 10 Minggu, Satgas Nilai akibat Merasa Nyaman

Nasional
8 Bulan Buron, Begini Kronologi Penangkapan Tersangka Penyuap Nurhadi

8 Bulan Buron, Begini Kronologi Penangkapan Tersangka Penyuap Nurhadi

Nasional
Tangkap Tersangka Penyuap Nurhadi, KPK Amankan Kendaraan dan Alat Komunikasi

Tangkap Tersangka Penyuap Nurhadi, KPK Amankan Kendaraan dan Alat Komunikasi

Nasional
Ada 4 Kabupaten/Kota Belum Catat Pasien Covid-19 yang Sembuh, Ini Alasannya

Ada 4 Kabupaten/Kota Belum Catat Pasien Covid-19 yang Sembuh, Ini Alasannya

Nasional
Pilkada Mojokerto, Saat Adik Menaker Ida Fauziyah Dampingi Petahana...

Pilkada Mojokerto, Saat Adik Menaker Ida Fauziyah Dampingi Petahana...

Nasional
KPK Tahan Hiendra Soenjoto, Tersangka Penyuap Nurhadi untuk 20 Hari ke Depan

KPK Tahan Hiendra Soenjoto, Tersangka Penyuap Nurhadi untuk 20 Hari ke Depan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X