Pertikaian Ambon Semestinya Bisa Dicegah

Kompas.com - 14/09/2011, 21:42 WIB
EditorRobert Adhi Ksp

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertikaian warga di Ambon, pekan lalu, semestinya bisa dicegah dan diantisipasi aparat keamanan, terutama oleh intelijen dan aparat kepolisian di lapangan.

Gesekan antarwarga itu tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan sudah dapat diduga setelah muncul kabar simpang-siur pascameninggalnya seorang tukang ojek.

Hal itu disampaikan Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Stefanus Gusma, dan Ketua Komisaris PMKRI Daerah Maluku Marselinus Ratuanik, saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (14/9/2011). Keduanya menyayangkan meletupnya pertikaian yang menewaskan beberapa korban, merusak sejumlah toko, rumah, dan kendaraan itu.

Menurut Stefanus Gusma dan Marselinus Ratuanik, semestinya bentrokan semacam itu bisa dicegah atau diantisipasi sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Mungkin saja ada kelompok tertentu yang bermain di tengah potensi konflik itu, tetapi gejala-gejala pertikaian sebenarnya dapat dibaca sejak dini.

"Seharusnya masalah itu dapat diatasi sehingga tidak menimbulkan konflik antarwarga. Namun, mungkin ada politisasi keadaan," kata Gusma.

Sebagaimana diberitakan, pertikaian antarwarga di Ambon meletup setelah beredar provokasi di tengah masyarakat pascameninggalnya Darfin Saimen (32), seorang tukang ojek asal Waihaong, Nussinwe, Sabtu malam. Kepolisian kemudian membentuk tim untuk mencari penyebar pesan pendek yang dianggap memprovokasi bentrokan.

PMKRI meminta Gubernur Maluku dan Walikota Ambon segera mencegah provokasi lebih lanjut demi menciptakan perdamaian jangka pendek. Untuk jangka panjang, pemerintah harus melanjutkan agenda-agenda perjanjian damai Malino pascakonflik tahun 1999 lalu.

"Saat ini, kami berharap semua kelompok masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda dilibatkan untuk menjaga keharmonisan bersama," katanya.

Gusma mengingatkan, "pela gandong" bukanlah simbol semata, tetapi semangat yang mengalir dalam kehidupan orang Ambon. "Mari bapegang tangan kantong lawang provokator yang mau kasi rusak Ambon par dong pung kepentingan," katanya. 

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Sejumlah Kendala Penyandang Tuli Saat Pandemi Covid-19...

    Sejumlah Kendala Penyandang Tuli Saat Pandemi Covid-19...

    Nasional
    Mahfud: Rancangan Perpres Pelibatan TNI Atasi Terorisme Sudah Disampaikan ke Menkumham

    Mahfud: Rancangan Perpres Pelibatan TNI Atasi Terorisme Sudah Disampaikan ke Menkumham

    Nasional
    Kelanjutan Nasib RUU Cipta Kerja, Mahfud: Pemerintah Sudah Punya Rumusan Baru

    Kelanjutan Nasib RUU Cipta Kerja, Mahfud: Pemerintah Sudah Punya Rumusan Baru

    Nasional
    Ada Permintaan Prabowo Capres 2024, Muzani Sebut Ditentukan Setahun Sebelumnya

    Ada Permintaan Prabowo Capres 2024, Muzani Sebut Ditentukan Setahun Sebelumnya

    Nasional
    Resmikan Program KiosMU, Airlangga: UMKM Prioritas Utama dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

    Resmikan Program KiosMU, Airlangga: UMKM Prioritas Utama dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

    Nasional
    Mahfud: Banyak Dokter Meninggal Dunia karena Lelah dan Stres Tangani Pasien Covid-19

    Mahfud: Banyak Dokter Meninggal Dunia karena Lelah dan Stres Tangani Pasien Covid-19

    Nasional
    Prabowo Kembali Tunjuk Ahmad Muzani Jadi Sekjen Partai Gerindra

    Prabowo Kembali Tunjuk Ahmad Muzani Jadi Sekjen Partai Gerindra

    Nasional
    Jokowi Ajak Kader Gerindra Bantu Negara Tangani Dampak Pandemi Covid-19

    Jokowi Ajak Kader Gerindra Bantu Negara Tangani Dampak Pandemi Covid-19

    Nasional
    Kongres Luar Biasa secara Virtual Saat Pandemi, Gerindra Siap Daftar ke Muri

    Kongres Luar Biasa secara Virtual Saat Pandemi, Gerindra Siap Daftar ke Muri

    Nasional
    KSAD Jadi Wakil Komite Penanganan Covid-19, Mahfud: Keterlibatan TNI Diperlukan

    KSAD Jadi Wakil Komite Penanganan Covid-19, Mahfud: Keterlibatan TNI Diperlukan

    Nasional
    UPDATE 8 Agustus: Kasus Covid-19 DKI Jakarta Kembali Lampaui Jawa Timur

    UPDATE 8 Agustus: Kasus Covid-19 DKI Jakarta Kembali Lampaui Jawa Timur

    Nasional
    Prabowo: Gerindra Besar Bukan karena Ketum, tetapi Berhasil Tangkap Keluhan Rakyat

    Prabowo: Gerindra Besar Bukan karena Ketum, tetapi Berhasil Tangkap Keluhan Rakyat

    Nasional
    Pemerintah Beri Bintang Jasa 22 Tenaga Medis yang Gugur Saat Rawat Pasien Covid-19

    Pemerintah Beri Bintang Jasa 22 Tenaga Medis yang Gugur Saat Rawat Pasien Covid-19

    Nasional
    Platform E-Learning ASN Unggul Jadi Solusi Pelatihan ASN di Tengah Pandemi

    Platform E-Learning ASN Unggul Jadi Solusi Pelatihan ASN di Tengah Pandemi

    Nasional
    Sebaran 2.277 Kasus Baru Covid-19 RI, DKI Jakarta Tertinggi dengan 686

    Sebaran 2.277 Kasus Baru Covid-19 RI, DKI Jakarta Tertinggi dengan 686

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X