Angka 6,7 Persen Terlalu Rendah

Kompas.com - 24/08/2011, 04:05 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Asumsi pertumbuhan ekonomi 6,7 persen pada RAPBN 2012 menunjukkan adanya ketidakberpihakan pemerintah pada peningkatan porsi anggaran belanja modal bagi pembangunan infrastruktur dan mendukung pertumbuhan industri yang bernilai tambah.

”Pertumbuhan 6,7 persen itu masih rendah. Pemerintah seharusnya menargetkan pertumbuhan ekonomi tinggi, 7-8 persen. Apalagi kenaikan belanja negara belum mengatasi persoalan pokok rakyat karena belum ada dukungan bagi pembangunan infrastruktur dan industri bernilai tambah,” kata Yasonna H Laoly dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, Selasa (23/8).

Rapat Paripurna DPR itu mendengarkan pandangan fraksi terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2012 yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 16 Agustus lalu. Volume RAPBN 2012 mencapai Rp 1.418,5 triliun, naik dari Rp 1.320,17 triliun pada APBN-P 2011.

Anggota Fraksi Partai Golkar, Fayakhun Andriadi, juga memandang pertumbuhan 6,7 persen rendah. Pemerintah perlu mendorong investasi dari sektor keuangan ke sektor riil yang padat karya, seperti pertanian dan manufaktur.

”Target pertumbuhan masih rendah. Momentum yang ada harus dimanfaatkan untuk mencapai angka 7 persen dengan mendorong investasi ke sektor pertanian dan manufaktur guna melahirkan penyerapan tenaga kerja berkualitas dan menekan tingkat kemiskinan,” ujarnya.

Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDI-P, Arif Budimanta Sebayang, menambahkan, pihaknya tidak menginginkan adanya defisit karena utang sudah terlalu banyak. Defisit RAPBN 2012 mencapai Rp 125,6 triliun atau 1,5 persen dari PDB.

Pemerintah juga diminta memangkas belanja barang untuk diredistribusi dan direalokasi ke belanja modal. Belanja barang sebesar Rp 138 triliun, sementara belanja modal Rp 168,1 triliun.

Berkaitan dengan terus meningkatnya anggaran belanja untuk birokrasi, kinerja pelayanan birokrat juga dituntut ditingkatkan. Belanja pegawai RAPBN 2012 sebesar Rp 215 triliun.

Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPR Marwan Ja’far menegaskan, pihaknya mendukung target pemerintah menambah pendapatan dari sektor pajak. Namun, dengan rencana pajak 3 persen untuk usaha kecil menengah, pemerintah diminta mempertimbangkan kembali karena ada kekhawatiran skema itu justru malah mengecilkan daya beli masyarakat.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan telah mendengar rekomendasi dan pandangan fraksi-fraksi. Dikatakan, target pertumbuhan 6,7 persen tahun 2012 merupakan target yang cukup agresif dengan mempertimbangkan kondisi global yang masih diliputi ketidakpastian. (Antara/LAS)

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.