Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kasus Kedua bagi Mindo

Kompas.com - 16/06/2011, 02:33 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Mindo Rosalina Manulang, tersangka kasus suap dalam proyek pembangunan wisma atlet SEA Games di Palembang, Rabu (15/6), diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi. Kali ini ia diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan pembangkit listrik tenaga surya.

Dugaan korupsi proyek pengadaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi diduga terjadi pada 2008. Perkara sebelumnya yang menyeret Mindo terjadi di Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Dugaan korupsi proyek PLTS juga menyeret Neneng Sri Wahyuni, istri mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. Namun, saat dipanggil KPK, pekan lalu, untuk diperiksa sebagai saksi, Neneng tak hadir.

Dalam kasus suap proyek wisma atlet, Mindo yang berstatus sebagai tersangka dikaitkan dengan Nazaruddin. Ia adalah Direktur Pemasaran PT Anak Negeri. Nazaruddin adalah pendiri perusahaan itu. Namun, keduanya menyatakan tak saling mengenal.

”Mindo Rosalina kami periksa sebagai saksi untuk tersangka TG dalam kaitan pengadaan PLTS di Depnakertrans. Posisinya adalah terafiliasi dengan perusahaan yang mendapatkan subkontrak, hampir sama dengan Neneng Sri Wahyuni,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP di Jakarta, Rabu.

Tender pengadaan PLTS di Depnakertrans dimenangi PT Alfindo Nuratama Perkasa dengan nilai Rp 8,7 miliar. Namun, PT Alfindo menyubkontrakkan proyek itu kepada PT Sunday Indonesia dengan nilai Rp 5,3 miliar. Pekerjaan subkontrak inilah yang diduga merugikan negara.

KPK, Rabu, juga memeriksa Marisi Matondang. Johan menjelaskan, KPK menjemput paksa Marisi di Medan karena setelah dua kali dipanggil ia tak datang.

Marisi merupakan pemilik PT Mahkota Negara yang juga pernah dimiliki Nazaruddin. Johan tak bisa menjelaskan peran Marisi dalam pengadaan PLTS di Depnakertrans.

KPK juga belum memeriksa pemilik dan direksi PT Sunday. Dalam kasus ini KPK baru menetapkan satu tersangka, yakni Kepala Subbagian Tata Usaha Direktorat Pengembangan Sarana dan Prasarana Kawasan Depnakertrans Timas Ginting.

Marisi tak mengaku memiliki PT Mahkota. Padahal, dalam jadwal pemanggilan oleh KPK disebutkan Marisi menjabat Direktur Utama PT Mahkota. Dia diduga mengatur kemenangan PT Alfindo dengan mengikutkan dua perusahaan lain, PT Anugerah Nusantara dan PT Taruna Bakti, untuk membuat kesan tender diikuti banyak perusahaan.

Suap wisma atlet

Terkait dengan penyidikan kasus suap proyek wisma atlet, menurut Johan, dalam waktu dekat KPK akan meningkatkan statusnya ke penuntutan. Dua tersangka dalam kasus ini, Mindo Rosalina dan Mohammad El Idris, akan diserahkan ke penuntutan.

Secara terpisah, Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bathoegana, Rabu, memastikan, Nazaruddin Kamis ini tak akan hadir di KPK untuk diperiksa sebagai saksi proyek pembangunan wisma atlet. Namun, pengacaranya akan menyerahkan surat keterangan sakit dari Singapura. (bil/nta/fer)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.