Rektor ITB: Bukti Kita Kuasai Robotika!

Kompas.com - 11/04/2011, 17:25 WIB
EditorLatief

BANDUNG, KOMPAS.com - Kemenangan tim robot Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Komputer Indonesia (Unikom) pada kontes robot di Trinity College, Connecticut, Amerika Serikat (AS) disambut positif. Sambutan itu termasuk dari Rektor ITB Prof Akhmaloka yang mengatakan, kemenangan Indonesia itu membuktikan bahwa sumber daya manusia Indonesia kuasai teknologi robotika.

"Selama ini riset robotika belum bisa nyambung karena belum dilirik industri. Yang ada, penelitian ke mana, kebutuhan industri ke mana," ujar Akhmaloka kepada Kompas.com di sela-sela peresmian Training Center Huawei dan Sekolah Tinggi Elektroteknik dan Informatika (STEI) ITB di Bandung, Senin (11/4/2011).

Akhmaloka berharap, dengan berbagai prestasi di bidang robotika para mahasiswa itu semakin membuka mata banyak pihak bahwa kapasitas SDM lokal untuk mengembangkan teknologi robotika bisa diandalkan. Ke depan, kata Akhmaloka, mesin-mesin industri berbasis kendali robot seharusnya tidak perlu bergantung impor.

Ditanya mengapa riset robotika di perguruan tinggi sepertinya jalan di tempat, Akhmaloka membantahnya. Menurutnya, riset terus berkembang dan terus menghasilkan lebih banyak ahli di bidang robotika. Selain itu, penguasaan terhadap teknologi robot di Indonesia juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

"Selama ini yang sanggup dilakukan di laboratorium mungkin hanya modelling robot. Tapi itu menjadi dasar yang penting untuk pengembangan lebih lanjut," jelas Akhmaloka.

Ia berharap, kelak ada kerja sama lebih baik antara perguruan tinggi dan berbagai pihak, termasuk industri yang membutuhkan teknologi robot sehingga hasil riset dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan di lapangan.

Seperti diberitakan, 7 robot yang mewakili tim Indonesia berhasil mendapatkan juara dari berbagai kategori lomba pada 18th Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest di Hatrford, Connecticut, Amerika Serikat (AS), 9-10 April 2011. Robot Unikom meraih tiga kemenangan di kategori RoboWaiter, masing-masing juara 1 kelas advance serta juara 1 dan 3 kelas standar.

Sementara itu, robot dari ITB meraih 2 juara di kategori Robot Berkaki, masing-masing juara 1 dan 2. Robot UGM meraih 2 juara kategori robot beroda masing-masing juara 1 dan 2.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pimpinan Komisi IX Minta Pendataan Vaksinasi Gotong Royong Dibuat Detail

Pimpinan Komisi IX Minta Pendataan Vaksinasi Gotong Royong Dibuat Detail

Nasional
Keluarga Anggota DPR Divaksinasi Covid-19, Pemerintah Diminta Fokus pada Kelompok Prioritas

Keluarga Anggota DPR Divaksinasi Covid-19, Pemerintah Diminta Fokus pada Kelompok Prioritas

Nasional
Sekjen DPR: Semua Pegawai di Lingkungan DPR Divaksinasi Covid-19

Sekjen DPR: Semua Pegawai di Lingkungan DPR Divaksinasi Covid-19

Nasional
Langgar Etika, Marzuki Alie Dipecat Tidak Hormat dari Demokrat

Langgar Etika, Marzuki Alie Dipecat Tidak Hormat dari Demokrat

Nasional
Kemenkes: Peserta Vaksinasi Gotong Royong Dapat Kartu dan Sertifikat Elektronik

Kemenkes: Peserta Vaksinasi Gotong Royong Dapat Kartu dan Sertifikat Elektronik

Nasional
Isu Kudeta, Demokrat Pecat Marzuki Alie hingga Jhoni Allen dengan Tidak Hormat

Isu Kudeta, Demokrat Pecat Marzuki Alie hingga Jhoni Allen dengan Tidak Hormat

Nasional
Bio Farma Ditunjuk Jadi Importir dan Distributor Vaksinasi Gotong Royong

Bio Farma Ditunjuk Jadi Importir dan Distributor Vaksinasi Gotong Royong

Nasional
Soal Vaksinasi Gotong Royong, Anggota DPR: Jangan Sampai Muncul Kebocoran

Soal Vaksinasi Gotong Royong, Anggota DPR: Jangan Sampai Muncul Kebocoran

Nasional
KSPI Tolak jika Buruh Dibebankan Biaya Vaksinasi Covid-19

KSPI Tolak jika Buruh Dibebankan Biaya Vaksinasi Covid-19

Nasional
Kunjungi Banten, Gus AMI Singgung Masalah Pendidikan di Ponpes

Kunjungi Banten, Gus AMI Singgung Masalah Pendidikan di Ponpes

Nasional
Peserta Vaksinasi Covid-19 di DPR Mencapai 12.000 Orang

Peserta Vaksinasi Covid-19 di DPR Mencapai 12.000 Orang

Nasional
Kemenkes: Tarif Maksimal Pelayanan Vaksinasi Gotong Royong Segera Ditetapkan

Kemenkes: Tarif Maksimal Pelayanan Vaksinasi Gotong Royong Segera Ditetapkan

Nasional
Keluarga Anggota Dewan Ikut Divaksinasi, Sekjen DPR Minta Tak Dijadikan Polemik

Keluarga Anggota Dewan Ikut Divaksinasi, Sekjen DPR Minta Tak Dijadikan Polemik

Nasional
Soal Myanmar, Pemerintah Disarankan Tunjuk Kalla atau Hasan Wirajuda untuk 'Backdoor Diplomacy'

Soal Myanmar, Pemerintah Disarankan Tunjuk Kalla atau Hasan Wirajuda untuk "Backdoor Diplomacy"

Nasional
Kemenkes: Vaksin Covid-19 untuk Vaksinasi Gotong Royong Wajib Izin BPOM

Kemenkes: Vaksin Covid-19 untuk Vaksinasi Gotong Royong Wajib Izin BPOM

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X