Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sofjan: Ekonomi RI Bakal Terganggu

Kompas.com - 15/03/2011, 15:40 WIB
EditorErlangga Djumena

SOLO, KOMPAS.com — Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofjan Wanandi memprediksi perekonomian Indonesia bakal terganggu akibat gempa bumi dan tsunami di Jepang pada 11 Maret 2011. ”Gempa bumi dan tsunami yang memorakporandakan negeri Sakura jelas dampaknya dalam segi perekonomian juga akan dirasakan Indonesia,” kata Sofjan Wanandi pada Seminar Nasional Strategi Peningkatan Daya Saing Bangsa dalam rangka Dies Natalis Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta di Solo, Selasa (15/3/2011).       Selain itu, katanya, target pertumbuhan ekonomi 6,3 persen per tahun akan terpengaruh, begitu juga ekspor Indonesia ke Jepang juga akan mengalami gangguan. ”Saat krisis tahun 2008 yang melanda negara-negara di Eropa, Amerika saja baru mulai normal dan ini ada musibah lagi di salah satu negara yang maju di kawasan Asia, jelas ini akan mengganggu,” katanya. Menurut dia, mulai sekarang harus ada pemikiran untuk ikut mengatasi persoalan tersebut, jangan hanya membicarakan politik tanpa diimbangi kemajuan perekonomian. ”Pemerintah sekarang telah berjalan 1,5 tahun, tetapi yang dibicarakan hanya masalah politik terus dan jarang membicarakan masalah terobosan ekonomi untuk kemakmuran bangsa ini,” katanya. Sepuluh tahun terakhir ini, katanya, dalam memajukan ekonomi, Indonesia hanya mengandalkan menjual potensi alam, seperti tambang batu bara, minyak, perkebunan, dan lain-lain.

Bahkan, 80 persen anggaran yang ada hanya untuk pembiayaan dan sebagian 20 persen untuk pembangunan. ”Kalau kondisinya seperti ini, harga minyak naik diikuti barang-barang lainnya, apabila tidak ada efisiensi rasanya berat,” katanya.

Guna mengatasi masalah ini, kata dia,  perlu sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pihak swasta untuk memecahkan persoalan tersebut demi kemajuan bangsa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.