Pesawat Evakuasi WNI Mendarat di Jeddah

Kompas.com - 01/02/2011, 11:10 WIB
EditorEgidius Patnistik

JEDDAH, KOMPAS.com -  Sebelum mengangkut warga negara Indonesia dari Kairo, Mesir, pesawat Garuda Indonesia Boeing 747-400 yang membawa 19 orang Tim Pendahulu Satuan Tugas Evakuasi WNI dari Kairo, Selasa (1/2) pukul 06.00 waktu setempat atau pukul 10.00 WIB, mendarat di Bandar Udara Internasional Jeddah, Arab Saudi.

Dari informasi yang diterima Kompas dari Tim Pendahulu Satgas Evakuasi WNI, Selasa subuh ini, pesawat tidak bisa langsung mendarat di Bandar Udara Kairo, melainkan harus transit terlebih dulu di Bandara Jeddah. "Setibanya di Jeddah, kami masih harus menunggu delapan jam lagi untuk bisa menuju Kairo," ujar seorang anggota Tim Pendahulu Evakuasi Warga, dalam perbincangan di pesawat. Menurut dia, belum diketahui alasan mengapa pesawat mesti menunggu delapan jam lagi untuk ke Kairo.

"Apakah masih harus menunggu izin mendarat dulu di Kairo, ataukah menunggu slot time (pengaturan) di Bandara, ataukah masih harus menunggu berkumpulnya WNI kita di bandara atau apa? Kami belum tahu. Nanti, kalau sudah mendarat, baru akan dicek," ujar anggota tim itu lagi.

Saat menunggu di Bandara Jeddah, anggota Tim Pendahulu Satgas Evakuasi WNI, tidak diperkenankan turun dari pesawat mengingat tidak ada izin untuk turun di Jeddah. Visa yang diterima rombongan Tim Pendahulu hanya untuk turun dan tinggal selama sebulan di Kairo.

Semalam, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, menyatakan, jika memungkinkan sebanyak 400 orang WNI dari Kairo, yang prioritasnya kaum wanita dan anak-anak, akan segera diterbangkan ke Jakarta melalui Jeddah. Diharapkan, pada pukul 08.00 waktu setempat atau berakhirnya jam malam yang diberlakukan pemerintahan Mesir, keberangkatan 400 orang pengungsi dari empat titik akan diangkut dengan bus menuju Konsuler RI di Naser City atau langsung ke Bandara Kairo.

Sebanyak 400 orang itu adalah bagian dari 2.500 orang WNI yang disebutkan ingin kembali ke Indonesia dari jumlah total 6.100 orang WNI yang ada di Kairo, Mesir. (HAR)

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Soal Vaksinasi Gotong Royong, Anggota DPR: Jangan Sampai Muncul Kebocoran

    Soal Vaksinasi Gotong Royong, Anggota DPR: Jangan Sampai Muncul Kebocoran

    Nasional
    KSPI Tolak jika Buruh Dibebankan Biaya Vaksinasi Covid-19

    KSPI Tolak jika Buruh Dibebankan Biaya Vaksinasi Covid-19

    Nasional
    Kunjungi Banten, Gus AMI Singgung Masalah Pendidikan di Ponpes

    Kunjungi Banten, Gus AMI Singgung Masalah Pendidikan di Ponpes

    Nasional
    Peserta Vaksinasi Covid-19 di DPR Mencapai 12.000 Orang

    Peserta Vaksinasi Covid-19 di DPR Mencapai 12.000 Orang

    Nasional
    Kemenkes: Tarif Maksimal Pelayanan Vaksinasi Gotong Royong Segera Ditetapkan

    Kemenkes: Tarif Maksimal Pelayanan Vaksinasi Gotong Royong Segera Ditetapkan

    Nasional
    Keluarga Anggota Dewan Ikut Divaksinasi, Sekjen DPR Minta Tak Dijadikan Polemik

    Keluarga Anggota Dewan Ikut Divaksinasi, Sekjen DPR Minta Tak Dijadikan Polemik

    Nasional
    Soal Myanmar, Pemerintah Disarankan Tunjuk Kalla atau Hasan Wirajuda untuk 'Backdoor Diplomacy'

    Soal Myanmar, Pemerintah Disarankan Tunjuk Kalla atau Hasan Wirajuda untuk "Backdoor Diplomacy"

    Nasional
    Kemenkes: Vaksin Covid-19 untuk Vaksinasi Gotong Royong Wajib Izin BPOM

    Kemenkes: Vaksin Covid-19 untuk Vaksinasi Gotong Royong Wajib Izin BPOM

    Nasional
    Untuk Vaksinasi Gotong-royong, Bio Farma Jajaki Sinopharm dan Moderna

    Untuk Vaksinasi Gotong-royong, Bio Farma Jajaki Sinopharm dan Moderna

    Nasional
    Kementerian BUMN Sebut Vaksinasi Gotong Royong Tidak Bentrok dengan Vaksinasi oleh Pemerintah

    Kementerian BUMN Sebut Vaksinasi Gotong Royong Tidak Bentrok dengan Vaksinasi oleh Pemerintah

    Nasional
    Pengamat: Nasdem Gelar Konvensi untuk Cari Capres Alternatif, Bisa Anies atau Ridwan Kamil

    Pengamat: Nasdem Gelar Konvensi untuk Cari Capres Alternatif, Bisa Anies atau Ridwan Kamil

    Nasional
    Wapres Akui Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama Lamban

    Wapres Akui Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama Lamban

    Nasional
    Beri Dukungan ke Anggota Keluarga yang Terpapar Covid-19, Satgas Sarankan 4 Hal Ini

    Beri Dukungan ke Anggota Keluarga yang Terpapar Covid-19, Satgas Sarankan 4 Hal Ini

    Nasional
    Tahanan KPK Bukan Prioritas, Pimpinan DPR Minta Kemenkes Mengevaluasi

    Tahanan KPK Bukan Prioritas, Pimpinan DPR Minta Kemenkes Mengevaluasi

    Nasional
    Biaya Vaksinasi Gotong Royong untuk Buruh dan Karyawan Swasta Ditanggung Perusahaan

    Biaya Vaksinasi Gotong Royong untuk Buruh dan Karyawan Swasta Ditanggung Perusahaan

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X