Jamsostek Siap Jadi BPJS

Kompas.com - 23/10/2010, 10:05 WIB
EditorRobert Adhi Kusumaputra

BANDUNG, KOMPAS.com - Badan usaha milik negara yang mengelola Rp 98,4 triliun dana pekerja optimistis dapat menjadi badan penyelenggara jaminan sosial sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. Jamsostek kini terus memperluas kantor pelayanan dan meningkatkan manfaat bagi peserta program perlindungan dasar yang diselenggarakan hampir selama 33 tahun.

Demikian disampaikan Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga di Bandung, Jumat (22/10).

Dewan Perwakilan Rakyat tengah membahas Rancangan Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Para pemangku kepentingan, terutama kalangan buruh, meminta pembahasan RUU tersebut bebas konflik kepentingan.

Jamsostek sesuai Undang-Undang Nomor 3/1992 telah menjalankan perlindungan dasar jaminan sosial, yakni jaminan hari tua, jaminan kematian, jaminan kecelakaan kerja, dan jaminan pemeliharaan kesehatan. Dasar ini membuat manajemen Jamsostek mengklaim sebagai BUMN yang paling siap menjadi BPJS menjalankan amanat UU 40/2004.

"Dari sisi pelayanan, kami bekerja dalam sistem pasar yang terbuka sehingga paling siap menjalankan BPJS. Kami melayani semua orang, mulai pekerja formal sampai informal dan tidak tertutup untuk kalangan tertentu saja," jelas Hotbonar.

Sampai September 2010, peserta aktif Jamsostek mencapai 9,12 juta pekerja dan peserta tidak aktif 21,8 juta orang. Adapun jumlah perusahaan yang aktif mencapai 129.293 perusahaan dan 89.394 perusahaan lain yang tidak aktif.

Hotbonar memaparkan, manajemen kini mempermudah kriteria pembukaan kantor pelayanan Jamsostek di daerah. Strategi ini bertujuan mendekatkan pelayanan dengan masyarakat sekaligus mempersiapkan diri menjalankan fungsi BPJS.

Pembukaan kantor baru selama ini selalu mempertimbangkan potensi laba dan biaya operasional. Manajemen secara bertahap melonggarkan persyaratan tersebut sebagai upaya menjadi BPJS nirlaba.

"Sekarang kami berupaya memperluas manfaat bagi peserta sehingga mereka bisa menikmatinya saat ini. Misalnya pinjaman uang muka perumahan dan sebagainya," ujar Hotbonar.

Manajemen menargetkan aset akan mencapai Rp 100 triliun tahun 2010. Demikian juga untuk jumlah kepesertaan, dari target 2.794.665 tenaga kerja sudah terealisasi 2.321.430 orang.

Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia Jamsostek Djoko Sungkono menambahkan, mereka optimistis dapat menjalankan jaminan sosial secara menyeluruh berkat jaringan 141 kantor didukung sistem informasi yang terintegrasi. "Pengalaman selama hampir 33 tahun melayani jaminan sosial bagi pekerja membuat kami siap menjalankan UU SJSN," ujar Djoko.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.