Terorisme Tak Pengaruhi Hubungan Baik

Kompas.com - 23/09/2010, 18:52 WIB
EditorBenny N Joewono

MAGELANG, KOMPAS.com - Duta Besar AS untuk Indonesia, Scot Marciel, menyatakan isu terorisme di Indonesia tidak mempengaruhi hubungan kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah AS.

"Isu terorisme tidak mengganggu hubungan AS dengan Indonesia. Setiap negara mempunyai masalah, begitu juga dengan Amerika dan Indonesia," katanya setelah mengunjungi Pondok Pesantren Pabelan di Magelang, Kamis (23/9/2010).

Ia mengatakan Indonesia sebagai negara berkembang sedang menghadapi isu terorisme, tetapi AS tetap akan menjalin kerjasama dalam hal-hal yang fundamental, antara lain bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, dan peningkatan kemakmuran.

Sebelumnya, saat melakukan pertemuan dengan pengurus dan santri Ponpes Pabelan, Marciel mengatakan komunitas Muslim di AS merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan AS.

Ia mengakui sebagian warga AS belum paham tentang Islam dan mereka takut. Kaum Muslim di AS belum banyak memberikan penjelasan kepada orang-orang AS seperti apa Islam sebenarnya.

"Namun, dalam 10 tahun terakhir, warga AS mulai mengerti bahwa Islam itu agama yang baik dan harus dihormati seperti agama lain," katanya.

Ia mengatakan AS adalah negara yang beragam, masyarakatnya dari berbagai latar belakang, berlainan budaya dan asal usulnya.

Menurut dia, orang Muslim di AS bukan komunitas terpisah, tetapi terintegrasi. "Kami tidak ada masalah, meskipun belum sempurna kami akan memperbaiki, Muslim juga saudara kami," katanya.

Sebelum bertugas di Indonesia, dia tinggal di Negara Bagian Virginia dan anak-anaknya mempunyai teman yang beragama Islam dari Iran dan Indonesia.

"Mereka main bersama-sama dan tidak ada masalah. Mereka sering datang ke rumah kami dan sebaliknya kami juga datang ke rumah mereka," katanya.

Ia mengatakan di AS juga ada pendidikan seperti di pesantren yang dikelola masyarakat atau lembaga gereja, tetapi pada hakekatnya sama untuk belajar, baik matematika, ilmu pengetahuan umum, maupun sosial.

"Pelajaran agama tidak diberikan di sekolah umum atau negeri di AS, tetapi di sekolah swasta diberikan," katanya.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X