Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemerintah Cuma Mau Hasilnya Saja...

Kompas.com - 14/05/2010, 20:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dilema perguruan tinggi saat ini adalah tuntutan terhadap mutu yang dihadapkan pada tingginya biaya kuliah bagi para mahasiswa. Kondisi yang dihadapi PTN adalah pro mutu atau pro rakyat.

Demikian diungkapkan Sosiolog Universitas Indonesia (UI) Imam B Prasodjo dalam diskusi pendidikan bertajuk "Perluasan Akses dan Mutu Pendidikan di Indonesia", di Jakarta, Jumat (14/5/2010). "Sebenarnya, jika pemerintah mensubsidi dengan baik, tidak perlu mengorbankan mahasiswa. Dalam persoalan pendidikan di negeri ini, pemerintah mau hasilnya, tetapi minim dukungan," kata Imam.

Imam menambahkan, dalam persoalan mutu pendidikan tinggi, prestasinya tidak bisa dilihat dari pencapaian akademik atau berstatus world class university. Pendidikan tinggi di negara ini juga telah mengabaikan pendidikan yang diamanatkan dalam konstitusi untuk membentuk karakter dan membangun semangat kebangsaan.

Pendidikan tinggi, misalnya, gagal untuk membangun karakter kejujuran. Hal itu terlihat dari mulai terkuaknya penjiplakan-penjiplakan karya ilmiah di PTN ternama.

Menurut Imam, upaya PTN untuk mandiri secara finansial perlu didukung karena memang tidak bisa mengandalkan anggaran dari pemerintah yang minim. Namun, perlu diatur rambu-rambu supaya kreativitas PTN untuk mencari dana itu tidak mengorbankan mahasiswa.

Sementara itu, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Herry Suhardiyanto mengatakan, tanpa ada aturan dan revisi soal penerimaan mahasiswa baru PTN, persaingan penerimaan mahasiswa baru bisa terjadi. Tidak berdasar jika banyak PTN mengklaim prestasi mahasiswa yang diseleksi lewat jalur mandiri lebih baik karena SNMPTN hanya jadi seleksi bagi lulusan SMA yang tersisa.

Herry mengatakan, penerimaan mahasiwa baru di PTN perlu diberikan lagi dalam porsi yang lebih besar lewat seleksi penerimaan nasional dan akan menjadi seleksi yang terbuka dan adil bagi semua calon mahasiswa karena mengedepankan unsur kemampuan akademik.

Namun, seleksi nasional yang dimaksud bukan hanya lewat jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi nasional (SNMPTN). Penerimaan mahasiswa baru lewat jalur tanpa tes dengan mempertimbangkan prestasi siswa selama tiga tahun di SMA juga bisa dijadikan seleksi nasional karena sifatnya yang mengutamakan prestasi akademik.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com