Elshinta Kerja Sama dengan Radio China - Kompas.com

Elshinta Kerja Sama dengan Radio China

Kompas.com - 20/04/2010, 14:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Radio Elshinta dan China Radio International (CRI) sepakat bekerja sama menyiarkan berita dan informasi di ke dua negara yang terhubung dengan belahan dunia internasional.

"Kerja sama dengan CRI akan menambah wawasan pendengar Radio Elshinta, setelah sebelumnya juga menyiarkan berita dengan BBC (London), Voice Of America, Radio Australia," kata juru bicara Elshinta, Wahyu Aditama, di sela penandatanganan kerja sama ke dua pihak di Jakarta, Selasa.

Menurut Aditama, kerja sama dengan CRI yang bermarkas di Beijing ini, sangat strategis dalam mengembangkan layanan berita Elshinta, karena dimungkinkan.

"Eslhinta dimungkinkan terus memantau perkembangan perdagangan bebas di kawasan tersebut, juga informasi aktual dari Tiongkok, sebagai negara besar yang pertumbuhannya kian pesat," kata Aditama.


Ia menjelaskan, kerja sama ini murni merupakan implementasi menjembatani hubungan yang sudah baik antar ke dua negara.Aditama, yang juga penasihat Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) ini menjelaskan, dari sisi bisnis tidak terlalu besar, namun yang penting adalah bagaimana kerja sama penyiaran ini dapat mencerdaskan pendengar di ke dua pihak.

Ia menambahkan, Elshinta yang menurut survei AC Nielsen memiliki  jumlah pendengar mencapai sekitar tiga juta orang per hari ini, merupakan stasiun radio pertama di Indonesia, yang melakukan siaran berbahasa Mandarin.

Aditama mengklaim, bahwa kerja sama dengan CRI akan meningkatkan persepsi bahwa Elshinta merupakan radio berita terkemuka, dengan menerapkan prinsip "citizen journalism". CRI merupakan radio terbesar yang dikelola pemerintah China, didirikan pada Desember 1941.

Sementara itu, Direktur Siaran Bahasa Indonesia CRI, Li Shau Kuen, mengatakan kerja sama ini menjadi komponen penting bagi pertukaran budaya ke dua pihak.

Sebagai media utama nasional yang mengudara ke dunia internasional, CRI aktif bekerja sama dengan media di ASEAN demi peningkatan pemberitaan antar negara.

Terkait perdagangan bebas Asean Free Trade Agreement-China (ACFTA), CRI dan radio-radio se Asean membuat situs web Tingkok-ASEA dalam multibahasa.

"Implementasi ACFTA menjadikan titik tolak baru bagi kerja sama ke dua pihak di masa datang, untuk saling bertukar pengalaman, saling belakar, dan memberikan sumbangan yang lebih besar bagi peningkatan hubungan ke dua negara menuju kemakmuran bersama," kata Li.

Ia menjelaskan, hubungan emosional antara Tiongkok dengan Indonesia telah diwujudkan CRI dengan siaran berbahasa Indonesia sejak tahun 1950.

Menurut Li, saat ini siaran CRI sudah mencakup 180 negara, yang disajikan dalam 41 bahasa, meliputi Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, dan Jerman.

Selain siaran radio jaringan, CRI sejak 2007 juga mengembangkan layanan siaran melalui situs web dalam sembilan bahasa sebagai gambaran era baru penyiaran multimedia.

Pada saaat yang sama, CRI juga meluncurkan program siaran melalui perangkat ponsel bekerja sama dengan China Mobile, serta mengembangkan layanan melalui televisi internet.

"Ini menjadi babak baru CRI, memasuki radio dan televisi "broadcast", ujar Li. Bukan itu saja, CRI juga memasuki bisnis media cetak yakni koran "World News Journal" dengan konten politik internasional, ekonomi, budaya, olahraga, pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi dan gaya hidup.

 Sementara itu,  Dirjen Kerjasama Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Gusmardi Bustami, menyatakan kerja sama Elshinta dengan CRI merupakan upaya masing-masing pihak untuk tetap memantau hubungan diplomatik, hubungan dagang, termasuk kerja sama perdagangan ACFTA.

"Bertukar informasi bisa menjadi jembatan kerja sama yang lebih luas lagi," tegas Gusmardi.


Editorksp

Close Ads X