Sebuah Buku "Dikeroyok" 24 Wanita

Kompas.com - 09/02/2010, 00:00 WIB
Editorjodhi

Gedung FX di kawasan Jalan Jendral Sudirman, tepatnya di  Indochine, lantai F8 pada Senin, 1 Februari 2010  menjadi saksi karya tulisan-tulisan dari 24 wanita dengan berbagai profesi, latar belakang dan status sosial yang berbeda namun memiliki kesamaan melalui sarana ‘menulis’ sebagai wadah pembelajaran, eksistensi, serta torehan dari perjalanan hidup mereka selama ini yang memiliki pesan dan kesan.

Mengambil kesamaan dalam aktivitas menulis dari para wanita tersebutlah yang menjadikan dasar dari lahirnya istilah "Tinta Wanita". Dewi Yanti Razali menjadi koordinator dan penggagas terbitnya buku ini yang juga memperoleh penghargaan dari MURI.

Mereka yang tergabung dalam "Tinta Wanita" yang berhasil meluncurkan buku dengan judul ‘24 SAUH’ ini adalah Agnes A.Majestika, Apri Swan Awanti, Ariana Pegg, Dewi Motik Pramono, Dewi Yanti Razali, Dharmawati Tst, Eva Budiastuti, Fitryan G.Dennis, Happy Salma, Herlina Mustikasari,Ida Ahdiah, Lutik Siswani Alibasyah, Maria A.Sarjono, Olga Emery Oktavia Batti,Sadrah Prihatin Rianto, Sanie B.Kuncoro, Tika Wisnu, Tjut Irda Triany MN, Tuti Nonka,Weni Suryandari, Widyawati Puspa Dewi, Winny Gunarti, Yessy Gusman, Zeventina Octaviani Bouwmester.

Karya-karya wanita yang berpartisipasi di dalam buku ini pernah ada di berbagai majalah, terutama di era 80-an dan 90-an, sebagian besar juga pernah menghiasi media cetak kenamaan atau bahkan meraih penghargaan. Buku ’24 SAUH’ setebal 236 halaman dengan format hard cover dan soft cover diterbitkan oleh Esensi Erlangga. Peluncuran bukunya sendiri dihadiri  oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia : Ibu Linda Amalia Sari Agum Gumelar, beliau  pulalah yang  menuliskan sambutan di lembar pertama buku ini.. Beberapa publik figur yang juga hadir pada peluncuran buku ini adalah : Theresia Ebenna Ezeria Pardede Titie Said, Mayong Suryoleksono, Bens Leo, Ikranagara, Baby Anita, Tika Bisono, Sarah Vi, Arzeti Bilbina dan suaminya Adhita Setyawan.

Sedangkan  publik figur yang tergabung dalam Tinta Wanita dan memberikan karyanya dalam buku ‘24 SAUH’ ini adalah Dewi Motik , Happy Salma, Yessy Gusman juga tampak hadir  Mereka juga yang tampil  untuk  membacakan puisi dan cerpen karya para wanita di buku tersebut di hadapan para tamu dan undangan  yang terdiri dari perwakilan media massa, cetak dan elektronik serta para  tokoh dan penggiat sastra yaitu : Handoko F Zainsam, Setiyo Bardono, Johanes Sugianto, Fanny Jonathans Poyk, Kurnia Effendi, Helga Worotitjan, Olin Monteiro.

Sedangkan Moza Paramita ikut meramaikan di acara ini sebagai MC-nya. Lebih terasa istimewa buku ini dikomentari oleh para tokoh dunia sastra, seniman, budayawan, selebritis, angggota DPR, dan pengamat musik seperti :  Slamet Raharjo Djarot, Putu Wijaya, Helmy Yahya, Rieke Diah Pitaloka, Satrio Arismunandar, Tantowi Yahya, dan Ibu Meutia Hatta  yang sekarang menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden.

Museum Rekor Indonesia (MURI) memberikan penghargaan berupa buku Antologi cerpen dan puisi yang ditulis oleh wanita dengan berbagai latar belakang profesi terbanyak. Pimpinan MURI, Jaya Suprana berkenan memberikan penghargaan buku ini pada 3 Februari 2010 di Mal Of Indonesia, Kelapa Gading , Jakarta.

Rasanya, sudah saatnya wanita-wanita Indonesia lebih berani lagi untuk selalu berkarya, salah satunya adalah dengan menulis serta berani mempublikasikan karya mereka pada berbagai media yang ada sehingga akan memberikan arti dan warna tersendiri pada pribadi, keluarga, dan masyarakat luas. (Eva Budiastuti)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X