Dan Jakarta Pun Demam Film "2012"

Kompas.com - 17/11/2009, 13:52 WIB
Editorhertanto

JAKARTA, KOMPAS.com — Jodoh, takdir, dan kiamat memang selalu menarik perhatian banyak orang. Tak heran, begitu film Hollywood yang bertemakan kiamat, 2012, diluncurkan, sebagian masyarakat pun heboh.

Sejak hari pertama peluncurannya pada Sabtu (14/11) lalu, bioskop-bioskop di Jakarta pun langsung dibanjiri warga. Mereka rela antre hingga hitungan jam demi memperoleh tiket tersebut. Tidak sedikit pula yang mengantre jauh sebelum pintu bioskop dibuka. Antrean terlihat mulai dari bioskop di pusat perbelanjaan elite yang harga tiketnya selangit hingga bioskop kelas abangan.

"Gila, premier di Senayan City full dari siang," keluh Hendra, seorang karyawan swasta di kawasan M Thamrin kepada Kompas.com, Sabtu lalu. Padahal, sedianya Hendra hendak menonton di bioskop biasa. Namun, lantaran kehabisan tiket, dia pun langsung bergegas menuju bioskop premiere yang harga tiketnya berlipat-lipat. Ternyata itu pun setali tiga uang.

Alex, seorang auditor di sebuah kantor akuntan publik di bilangan Sudirman, mengaku sampai gontok-gontokan ketika mengantre tiket di bioskop Setiabudi One, Minggu (15/11) lalu. "Begitu pintu bioskop dibuka, semua orang berebut masuk dan menuju loket supaya dapat memilih tempat duduk paling strategis," ujarnya.

Melissa, seorang karyawati swasta di kantor humas ternama di Jakarta Selatan, mengaku rela menempuh kemacetan dari Mal Taman Anggrek ke Mal Puri Indah demi bisa menonton film 2012. Padahal, jarak tempuh kedua pusat perbelanjaan tersebut cukup jauh, terlebih di saat macet.

Susan, seorang karyawati di sebuah firma hukum di Mega Kuningan, mengatakan, dirinya rela berdiri dua jam demi mendapatkan tiket menonton untuk dirinya dan teman-temannya pada Sabtu lalu.

Demam film 2012 ternyata tidak hanya terjadi di Jakarta. Christian Saragih, seorang warga Indonesia yang tengah berada di Bangkok, mengatakan, bioskop-bioskop di ibu kota Thailand itu juga dipadati warga.

Di Indonesia, kehadiran film 2012 sempat menuai kritik. Setidaknya ini datang dari Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Malang, Jawa Timur. MUI Malang mengharamkan film 2012 karena dinilai membuat masyarakat resah. Masyarakat pun diimbau agar tidak menonton film tersebut.

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, ketika ditanya Kompas.com mengenai pengharaman tersebut, mengatakan menghormati sikap MUI Malang. "Itu harus kita hormati," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.