Komisi IX DPR Dukung Karyawan TPI

Kompas.com - 02/11/2009, 22:53 WIB
Editorhertanto

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah karyawan Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) bertemu Komisi IX (bidang ketenagakerjaan dan kesehatan) DRR RI terkait atas putusan pailit dari Majelis Hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Pertemuan yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR, Irgan Chairul Mahfiz di Gedung Nusantara 1 DPR/MPR, Senin (2/11), menghasilkan kesimpulan bahwa Komisi IX DPR sangat mendukung perjuangan sejumlah karyawan dan juga berempati atas nasib mereka.

Irgan mengemukakan, pihaknya akan memanggil sejumlah direksi TPI untuk menjelaskan persoalan tersebut dan upaya mengatasi persoalan nasib karyawan.

Selanjutnya, permasalahan ini akan dikordinasikan dengan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Muhaimin Iskandar saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX pada Rabu (4/10) mendatang.

Anggota Dewan dari Fraksi PDIP DPR, Nursuhud mengusulkan agar dibentuk tim khusus yang bertugas menyelesaikan kasus pailit TPI, khususnya persoalan nasib tenaga kerja ini sampai tuntas.

Dia mengakui, selama ini proses advokasi terkait persoalan tenaga kerja selalu gagal dan tidak adanya konsistensi dalam menyelesaikan persoalan ini. Karena itu, untuk mendukung karyawan, maka disarankan agar serikat kerja membangun langkah-langkah sistematis dengan serikat pekerja lainnya.

"Nantinya tim ini juga akan mengundang Menakertrans untuk membicarakan persoalan pekerja di TPI," katanya.

Ketua Pekerja TPI, Marah Bangun menilai, tindakan memailitkan TPI melanggar UU Ketenagakerjaan dan UU yang mengatur perselisihan hubungan industrial serta mengingkari UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers dan UU tentang Penyiaran.

"Dengan demikian yang dilanggar bukan hanya hak pekerja, tapi juga masyarakat penonton TPI berjumlah 4 juta orang dalam memperoleh informasi, pengetahuan dan hiburan," kata Marah Bangun.

TPI setiap hari memproduksi 65 berita, lima siaran rohani dan 85 hiburan. Stasiun televisi milik PT Media Nusantara Citra (MNC) itu juga sering mendapat penghargaan.

"Kami memiliki 4 juta pemirsa dan 1.083 karyawan. Jadi, tolong dalam pertimbangan putusan perkara pailit TPI ini diputus seadil-adilnya dengan mementingkan publik," katanya.

Sebelumnya, sejumlah perwakilan Serikat Pekerja Cipta Kekar (SPKC) TPI menemui Komisi I DPR di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Rabu (28/10). Mereka meminta bantuan DPR untuk mencegah PHK massal.

Marah Bangun menjelaskan, pertemuan dengan Komisi I juga bertujuan agar DPR mengirim surat kepada hakim kasasi Makhamah Agung untuk menolak usaha memailitkan stasiun televisi yang memiliki jargon "Makin Indonesia Makin Asyik Aja" ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.