Festival Danau Poso Bukti Sulteng Aman - Kompas.com

Festival Danau Poso Bukti Sulteng Aman

Kompas.com - 05/08/2009, 14:35 WIB

PALU, KOMPAS.com — Festival Danau Poso (FDP) ke-12 yang akan berlangsung pada 8-11 Agustus di Poso adalah bukti bahwa wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) sudah benar-benar aman.

"Sudah tiga kali FDP dilaksanakan sejak terjadinya konflik Poso hampir delapan tahun lamanya. Ini membuktikan Poso dan wilayah Sulteng lainnya sudah aman," kata Kepala Seksi Ekshibisi dan Publikasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulteng, Roy Pesudo, di Palu, Selasa.

FDP ini berlangsung di Tentena, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso, di tepian Danau Poso.

Dalam ajang pariwisata tahunan itu nantinya akan digelar berbagai tampilan kesenian dan kebudayaan dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Sulteng.

Kegiatan tersebut, di antaranya, lomba musik bambu, lomba menangkap ikan sidat (ikan khas Danau Poso), dan beberapa olahraga yang berlangsung di Danau Poso.

Selain itu, juga terdapat pemilihan putra-putri Duta Wisata Sulteng yang akan diumumkan pada malam penutupan.

Pesudo juga berharap kegiatan ini akan mampu menarik wisatawan lokal dan mancanegara. "Sebelum konflik banyak sekali turis mancanegara yang datang ke Poso, mudah-mudahan FDP kali ini bisa mendatangkan kembali banyak turis asing," katanya.

Roy Pesudo mengatakan, FDP ke-12 itu rencananya akan dibuka oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik, pada Sabtu (8/8) sore.

Pemprov Sulteng sendiri, kata Pesudo, juga telah mengundang seluruh gubernur di Sulawesi untuk bisa menghadiri pembukaan ajang wisata yang sudah masuk ke dalam kalender pariwisata nasional itu.

"Namun, hingga kini kami belum menerima konfirmasi undangan tersebut," katanya.

Sementara itu, pihak Kepolisian Daerah Sulteng menjamin bahwa pelaksanaan FDP tersebut akan aman. "Kami sudah berkoordinasi dengan Polres Poso mengenai pengamanan kegiatan tersebut. Mudah-mudahan tidak ada gangguan berarti," kata Kapolda Sulteng Brigjen Pol Suparni Parto.


Editor

Terkini Lainnya

Program Kirim Buku Gratis Tetap Dilanjutkan Sampai Desember

Program Kirim Buku Gratis Tetap Dilanjutkan Sampai Desember

Nasional
Terbukti Genosida, 2 Pemimpin Khmer Merah Ini Dipenjara Seumur Hidup

Terbukti Genosida, 2 Pemimpin Khmer Merah Ini Dipenjara Seumur Hidup

Internasional
Pembunuh Satu keluarga di Bekasi Dikenal Kurang Bersosialisasi

Pembunuh Satu keluarga di Bekasi Dikenal Kurang Bersosialisasi

Megapolitan
Gubernur DKI: Sampah Kiriman di Pintu Air Manggarai 500 Ton, Tak Mungkin Selesai 2 Jam

Gubernur DKI: Sampah Kiriman di Pintu Air Manggarai 500 Ton, Tak Mungkin Selesai 2 Jam

Megapolitan
Patung Jenderal Sudirman 'Hidup', Pindahkan Mobil yang Lintasi 'Busway'

Patung Jenderal Sudirman "Hidup", Pindahkan Mobil yang Lintasi "Busway"

Megapolitan
Ingin Hasilkan ASN Berkualitas, BKN Tak Mau Turunkan Passing Grade Tes CPNS

Ingin Hasilkan ASN Berkualitas, BKN Tak Mau Turunkan Passing Grade Tes CPNS

Regional
Polres Gresik: Pelanggar Operasi Zebra Turun, E-Tilang Tetap Diterapkan

Polres Gresik: Pelanggar Operasi Zebra Turun, E-Tilang Tetap Diterapkan

Regional
PM Abe Kunjungi Darwin, Kota yang Pernah Dibom Jepang 75 Tahun Lalu

PM Abe Kunjungi Darwin, Kota yang Pernah Dibom Jepang 75 Tahun Lalu

Internasional
Kuasa Hukum Baiq Nuril Upayakan Tunda Eksekusi Putusan MA

Kuasa Hukum Baiq Nuril Upayakan Tunda Eksekusi Putusan MA

Megapolitan
Wisely Tidak Menyangka Surat Terima Kasihnya kepada Polisi Jadi Viral

Wisely Tidak Menyangka Surat Terima Kasihnya kepada Polisi Jadi Viral

Regional
Hidayat Nur Wahid: Siapa Bilang Pak SBY Marah?

Hidayat Nur Wahid: Siapa Bilang Pak SBY Marah?

Nasional
Fakta Rumah Klasik 'Bohemian Rapsody' di Blitar, Bukan Bangunan Lama hingga Dianggap Berhantu

Fakta Rumah Klasik "Bohemian Rapsody" di Blitar, Bukan Bangunan Lama hingga Dianggap Berhantu

Regional
Sebelum Diperiksa sebagai Tersangka, Idrus Marham Pamer Buku Karyanya

Sebelum Diperiksa sebagai Tersangka, Idrus Marham Pamer Buku Karyanya

Nasional
Tawurji, Tradisi Sedekah Keraton di Cirebon, dan Konteks yang Terlupakan (3)

Tawurji, Tradisi Sedekah Keraton di Cirebon, dan Konteks yang Terlupakan (3)

Regional
Pria Pensiunan Ini Menangi Hadiah Lotre Senilai Rp 4,9 Triliun

Pria Pensiunan Ini Menangi Hadiah Lotre Senilai Rp 4,9 Triliun

Internasional

Close Ads X