Hotel Sriwijaya, Hotel Tertua di Jakarta - Kompas.com

Hotel Sriwijaya, Hotel Tertua di Jakarta

Kompas.com - 05/08/2009, 12:32 WIB

PERNAH dengar nama Hotel Sriwijaya? Hotel ini ada di pojokan Jalan Veteran dan Jalan Veteran I, Jakarta Pusat. Dilihat dari Stasiun Juanda, hotel ini berada di sisi kanan tak jauh dari Masjid Istiqlal. Tembok hotel ini memanjang hingga ke Jalan Veteran I mendekati kedai es krim Ragusa.  

Bisa jadi ada banyak orang yang tak tahu bahwa hotel di pojokan Jalan Veteran itu adalah hotel lawas yang berawal sejak 1872 bahkan agak sedikit mundur ke belakang, 1863. Adalah Conrad Alexander Willem Cavadino atau CAW Cavadino  yang memulai usaha restoran dan kue di tahun 1863.

Tempat usaha ini dibangun persis di pojokan Rijswijk (Jalan Veteran) dan Citadelweg (Jalan Veteran I). Di tahun 1872 Restoran Cavadino berubah menjadi Hotel Cavadino sementara usaha ritelnya dilakukan di sebuah tempat usaha bernama Toko Cavadino yang berada di depan bangunan hotel.

Dari sebuah iklan di tahun 1894, Toko Cavadino disebut sebagai toko yang menyediakan permen;  cokelat; cerutu Havana, Belanda dan Manila; hingga bir, anggur, dan minuman beralkohol lainnya.


Bahkan, begitu terkenalnya usaha ini sampai-sampai jembatan di depan hotel ini dinamakan Jembatan Cavadino (Cavadino Bridge). Jembatan itu kini berada di samping Hotel Sriwijaya, sejajar dengan pintu masuk ke hotel tersebut.

Dari foto lama yang terpampang di dalam hotel ini dan juga dari foto koleksi KITLV, Leiden, yang ditampilkan oleh Scott Merrillees dalam buku Batavia in Nineteenth Century Photographs bangunan hotel dan toko kue terpisah. Posisi bangunan Hotel Cavadino, yang kini jadi Hotel Sriwijaya, terlihat berada di pojokan jalan yang masih sangat sepi dengan dua jalur trem di depannya. Sedangkan Toko Cavadino - berada di sisi kanan - kini menjadi restoran dan masih menjadi bagian dari Hotel Sriwijaya yang dimiliki Ama Al Jufri.

Usaha toko dan hotel berjalan terus hingga akhir abad 19. Merrillees mencatat, sebenarnya CAW Cavadino tak lagi sebagai warga Batavia sejak 1870 meskipun demikian, usahanya tetap menggunakan nama Cavadino & Co. Hotel Cavadino bertahan hingga 1898, sejak 1899 hotel itu berubah nama menjadi Hotel du Lion d'Or. Di tahun 1941 hotel itu sudah berubah nama lagi menjadi Park Hotel. Nah, diperkirakan sekitar pertengahan tahun 1950-an nama hotel itu berubah menjadi Hotel Sriwijaya.

Nama hotel itu tetap hingga kini. Menurut Burhanudin dan Andreas Yoan, sekuriti hotel yang sudah bekerja selama 15 dan 11 tahun, hotel ini dimiliki oleh Al Jufri sejak sekitar 1975. Bangunan lama kemudian terpaksa diubah tahun 1999 karena kondisi kayu jati yang sudah dimakan rayap. "Takutnya malah roboh," kata Andreas.

Halaman depan hotel itu kini adalah bagian samping hotel di masa silam. Di lobi hotel seluas sekitar 5.000 m2 ini, terpambang gambar-gambar kuno Hotel Cavadino dan Toko Cavadino beserta sejarahnya. Tak hanya itu, ternyata di dinding bagian dalam juga berjajar foto-foto tempat dan gedung bersejarah di Batavia.

Meski sebagian besar bangunan lama sudah tak lagi tampak, sudah diganti bahan baru dengan penambahan di sana-sini tapi setidaknya jejak hotel dari masa kolonial itu masih dipertahankan hingga kini bahkan satu-satunya di Jakarta


Editor

Terkini Lainnya

BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang dan Kilat di Jaksel, Jakbar, dan Jaktim

BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang dan Kilat di Jaksel, Jakbar, dan Jaktim

Megapolitan
Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Regional
Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Nasional
Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Regional
Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Regional
Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Regional
Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Regional
Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Regional
Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Edukasi
Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Regional
Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Edukasi
Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Regional
Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Megapolitan
Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Internasional
Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Nasional

Close Ads X