Fantasia dalam Ruang Imaji-Kreatif

Kompas.com - 30/11/2008, 21:37 WIB

SURABAYA,MINGGU-Dua orang perupa asal tanah Minang, Sumatera Barat, Ahmad Zaki dan Niko Rikardi yang tinggal dan bermukim di Yogyakarta mengapresisikan serangkaian karyanya dalam pameran lukisan bertajuk Fantasia , 30 November-14 Desember 2008, di Emmitan Fine Art Gallery, Jalan Walikota Mustajab 76 Surabaya.

Kedua perupa yang sama-sama alumni ISI Yogyakarta, namun berbeda spesialisasi jurusan itu masing-masing menghadirkan tujuh lukisan.

Dari tujuh lukisan hasil olahan kreatifnya, Ahmad Zaki, alumnus Seni Kriya ISI Yogyakarta lebih kepada pencitraan ceret-ceret dan cangkir-cangkir. Sebaliknya dengan Niko Rikardi, alumnus Seni Patung ISI Yogyakarta - dari tujuh lukisan hasil olahan kreatifnya - lebih kepada citra-citra plat besi .

Pencitraan karya seni yang dihadirkan oleh kedua perupa yang sekarang ini bergelut di dalam ranah seni lukis, itu setidaknya memunculkan impresi-impresi yang terkadang amat naïif. Sebut, misalnya, lukisan berjudul "A Smile " karya Ahmad Zaki yang mengekplorasi cangkir-cangkir ke dalam konfigurasi warna-warni (hijau, kuning kecoklatan dan merah) hingga membersitkan citarasa keceriaan dalam seraut wajah.

Dari tujuh lukisan yang dihadirkan oleh Ahmad Zaki yang seluruhnya mengidiom pada ceret-ceret dan cangkir-cangkir dengan tetesan air yang mengalir dari atas turun ke bawah, itu tidak saja menempatkan Zaki sebagai pengusung citarasa ceret dan cangkir dalam sentuhan karya seninya. Tapi, juga kreator seni yang mencoba menempatkan benda-benda itu sebagai bahan eksplorasi ide kreatifnya yang terasa imajinatif.

Hal itu tidak saja terasa dalam lukisan "A Smile" , melainkan pula pada lukisan berjudul "Membaca Bidang Abu-Abu" yang mengimpresikan tetesan air dengan latarbelakang peta dunia (globe-red) yang boleh jadi adalah penanda fenomena pemanasan global.

Citara seni yang dibangun oleh Zaki melalui ceret-ceret dan cangkir-cangkir, itu berbeda dengan cita rasa seni yang dibangun oleh Niko Rikardi yang menghadirkan idiom-idiom plat besi sebagai media dan ruang imaji-kreatifnya.

Dari tujuh lukisan Niko Rikardi, tampak lukisan berjudul Fatamorgana yang mempertautkan antara besi berkarat dengan kehijauan rerumputan dan cerobong asap. Sedangkan, pada lukisan lainnya berjudul Tumbuhnya Bayangan , Niko memainkan plat besi dalam sapuan warna hijau yang mengimpresikan areal lahan yang tumbuh sebatang pohon (pipa warna putih-red) dengan ranting-ranting kawat berdaun kering dan hijau.

Ironi pada kedua lukisan itu, boleh jadi adalah fenomena dari tata lingkungan yang sedang mengalami perubahan yang dahsyat.

Kurator pameran Kuss Indarto menyatakan, sekarang ini perupa maupun pasar cukup cerdas menyikapi karya seni, karena itu idealisme perupa akan tetap terjaga tanpa harus mengikuti arus dan kecenderungan pasar seni rupa yang terjadi dalam karya seni, khususnya karya-karya seni rupa asal China. "Dari karya kedua perupa ini terbesit spirit tanda-tanda zaman, " katanya.

 


Editor

Terkini Lainnya


Close Ads X