Sisi Rasional dan Logika Harus Dimunculkan

Kompas.com - 06/11/2008, 21:23 WIB

SLEMAN, KAMIS- Sisi rasional dan logika yang menyehatkan dan mendidik harus dimunculkan dalam film-film nasional, terutama sinetron. Masyarakat tak perlu menghabiskan waktu demi melihat mimpi dan kemewahan yang tidak jelas.

Hal itu dikatakan sineas senior Deddy Mizwar dalam seminar Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Peningkatan Kualitas Tayangan TV, di kampus Multi Media Training Centre (MMTC), Kamis (6/11).

Deddy prihatin dengan film dan sinetron yang jalan ceritanya dangkal. Tayangan seperti itu sama sekali tak mengusung makna, dan pengerjaan skenarionya instan. "Gaya hidup yang dipa parkan hanya menciptakan obsesi, bukan proses," ujar Deddy.

Ia menyebut pernah ada sinetron tentang anak muda berumur 20-an tahun. Dikisahkan anak muda itu kaya, cakep, punya mobil dan rumah bagus, serta dikelilingi sejumlah cewek cantik.

Menurut Deddy, sekelumit paparan itu sudah menyiratkan rendahnya kualitas. Mengapa tidak diceritakan alasan anak muda itu sukses di usia amat muda. Orang ini apa kerjanya? Hal-hal seperti ini tak pernah disentuh. "Artinya, film itu tidak menghadirkan proses, hanya menjual obsesi dan mimpi," ucapnya.

Di lain cerita, ada film dan sinetron horor yang menggeber tentang hantu. Sayangnya, yang tertangkap di benak adalah pendekatan agama selalu dilakukan dengan bingkai mistis. Ini pembodohan, yang parahnya malah saja ada penggemarnya.

Serangkaian tidak berkualitasnya tayangan, terang Deddy, berawal dari penulisan skenario yang instan dan apa adanya. Skenario film yang akhirnya diakui berkualitas, para kru pemikirnya, pasti melewati tahap yang melelahkan dan membosankan.

Arianto (25), karyawan swasta yang hadir di seminar itu berpendapat, sinetron atau film yang tidak masuk akal tak pernah ditontonnya. "Saya berandai-andai, mengapa tidak film indie saja yang ditayangkan di televisi," ujar Arianto.

 

 

 

 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Editor
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X