Berambisi Tanpa Terobsesi

Kompas.com - 21/09/2008, 12:03 WIB
Editor

Ambisi dan obsesi, banyak orang salah kaprah mengartikan dua kata ini. Definisi ambisi menurut The Webster’s Dictionary adalah keinginan yang kuat untuk memperoleh kesuksesan dalam hidup dan mencapai hal-hal besar atau baik yang diinginkan. Sementara definisi obsesi adalah ide, pikiran, bayangan, atau emosi yang tidak terkendali, sering datang tanpa dikehendaki atau mendesak masuk dalam pikiran seseorang yang mengakibatkan rasa tertekan dan cemas.

Jika Anda punya rencana, lalu memfokuskan energi dan pikiran untuk merealisasikannya, berarti Anda memiliki ambisi. Dan, jika keinginan itu sudah mendominasi pikiran tanpa terkendali sampai membuat emosi meluap, bahkan kadang dengan pengejaran membabi buta, berarti Anda sudah terobsesi.

Jangan Paksakan Diri
Untuk meraih ambisi, kita sering memaksakan diri. Alhasil, ketika sukses tidak dicapai, kita sangat kecewa. Punya ambisi sebenarnya boleh-boleh saja (bahkan wajib), tapi tak perlu sampai terobsesi. Pasalnya, obsesi hanya akan membuat Anda berbuat atau mengorbankan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu. Agar ambisi tidak berubah menjadi obsesi, simak saja trik berikut.

1. Kritik Diri Sendiri
Untuk mengontrol diri, kita memang mesti berpikir positif. Terkadang saat ambisi muncul, yang terpikir hanyalah jadi yang terbaik dalam segala hal, tanpa terpikir apakah hal itu baik atau tidak. Jika pikiran ini sudah muncul, saatnya Anda bertanya dan kritik diri sendiri, benarkah langkah yang diambil? Jangan lupa untuk terbuka terhadap kritikan dan saran dari orang terdekat.

2. Say, “I’ve Done The Best”
Setiap orang punya keterbatasan, dengan segala kelebihan dan kekurangan. Jika Anda terlalu keras pada diri sendiri maka Anda akan kecewa. Jadi, tak perlu memaksakan diri untuk jadi yang terbaik. Anda bisa mengatakan pada diri sendiri bahwa apa yang telah Anda lakukan adalah yang terbaik. Mulailah berpikir positif tanpa membuat Anda over percaya diri. Memang ini tidak mudah. Namun ketika kita merasakan efek berpikir positif maka pikiran negatif perlahan akan pergi.

3. Jelaskan Tujuan
Salah satu sifat orang obsesif adalah berusaha sekeras mungkin mendapatkan apa yang diinginkan. Ketika yang diinginkan tak tercapai, ia mengalami kekecewaan mendalam dan bisa menghalalkan segala cara. Hindari sikap obsesif dengan menentukan tujuan jelas sejak awal dan berdamailah dengan kegagalan.

4. Berpikir Panjang
Biasanya orang obsesif tidak berpikir panjang. Mereka lebih banyak mengikuti kata hati. Jadi, matangkan rencana dengan sempurna dan bayangkan kesuksesan akan rencana tersebut. Pikirkan sesuatu hal yang kemungkinan akan terjadi. Saat rencana gagal, Anda tidak akan kecewa. Satu hal yang perlu dipertahankan adalah terus bangkit dan buat rencana baru.

5. Be Fun
Jangankan obsesif, sosok ambisius saja terkadang tidak disukai orang. Sifat ini memang membuat kita terkesan sombong. Ingin ambisius, boleh saja. Namun, tetaplah menjadi sosok menyenangkan. Dengan begitu tercipta image yang selalu baik. Dan, yang terpenting jangan memaksakan diri meraih kesuksesan saat melihat orang lain sukses. Pelajari dan asah saja kemampuan yang Anda miliki agar keberhasilan bisa Anda raih.

Jadi, berambisilah tanpa harus menjadi obsesif. Salah-salah Anda malah memperlihatkan sisi gelap psikopat Anda.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X