1.000 Rakyat Bali Turun ke Jalan Tolak RUU Pornografi

Kompas.com - 17/09/2008, 10:32 WIB
Editor

Laporan Wartawan Kompas Robertus Benny Dwi K

DENPASAR, RABU - Sekitar 1.000 masyarakat Bali dengan mengenakan pakaian adat setempat turun ke sejumlah ruas jalan di Kota Denpasar, Bali, Rabu (17/9), untuk menyatakan penolakan atas keberadaan dan upaya pembahasan RUU Pornografi di DPR. Secara tegas mereka menyatakan, RUU itu sangat mencederai ke-Bhinneka Tunggal Ika-an dan bias jender.

Seruan mereka jelas ditujukan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lewat sebuah spanduk besar berbunyi, "Get Well Soon Mr SBY: RUU Pornografi Bukan Hadiah, Tapi Penghinaan Pada Bangsa". Puluhan pamflet bernada penolakan juga turut diusung peserta aksi itu, antara lain berbunyi, "Stop Penghancuran Budaya Nusantara", "Say No to Crime against Culture", "Tolak RUU Pornografi".

Sugi Lanus, koordinator aksi, menyatakan, RUU Pornografi dibuat berdasarkan asumsi bahwa negara dapat mengatur melalui instrumen hukum tentang moralitas masyarakat. "Padahal, sebagaimana diketahui, Indonesia adalah negara beragam yang dikenal dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang memiliki keragaman pandangan tentang nilai-nilai moral," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.