Kenaikan PKB Akan Pengaruhi Industri Otomotif

Kompas.com - 14/09/2008, 21:15 WIB
Editor

SOLO, MINGGU - Kenaikan tarif Pajak Kendaraan Bermotor dan Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang efektif berlaku pada 1 September 2008, dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap industri otomotif Indonesia.

Ketua Pusat Perpajakan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jamal Wiwoho, di Solo, Minggu (14/9), mengatakan, kenaikan pajak dan biaya balik nama tersebut akan berpengaruh terhadap harga jual kendaraan. "KeNaikan pajak kendaraan bermotor mencapai sekitar lima persen, sedangkan BBNKB mencapai 10 persen," katanya.

Ia mengkhawatirkan, kenaikan tarif sebesar itu akan berdampak pada angka penjualan kendaraan bermotor. Penurunan penjualan itu, juga akan berdampak pada industri yang mampu menyerap sekitar 194 ribu tenaga kerja. Jamal mencontohkan, dampak beruntun kenaikan pajak dapat berupa rasionalisasi tenaga kerja.

Namun lanjutnya, kenaikan Pajak Kendaraan Bermotor dan BBNKB ini juga sangat tergantung pada masing-masing pemerintah daerah. "Pajak kendaraan masuk dalam item pendapatan asli daerah (PAD). Kalau tidak naik, berisiko tidak memperoleh PSD, tetapi kalau naik akan membebani masyarakat," katanya.

Kenaikan tarif tersebut, sesungguhnya, tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan PAD, tetapi juga menahan laju pertumbuhan kendaraan bermotor dan menghemat penggunaan bahan bakar minyak.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X