Pensiunan Karesidenan Semarang Mengaku Supriyadi - Kompas.com

Pensiunan Karesidenan Semarang Mengaku Supriyadi

Kompas.com - 12/08/2008, 20:19 WIB

SEMARANG, SELASA - Andaryoko Wisnuprabu (89), seorang pensiunan sekretaris Karesidenan Semarang, Jawa Tengah mengaku dirinya adalah Supriyadi, mantan Menteri Keamanan Rakyat sekaligus Panglima Tentara Keamanan Rakyat tahun 1945.

Ketika ditemui di kediamannya di Pedurungan, Semarang, Selasa (12/8), Andaryoko mengungkapkan tidak khawatir jika publik tidak mempercayainya. Saya hanya mengatakan yang sebenarnya. "Kalau ada orang lain yang tidak setuju, silahkan saja, tetapi seharusnya mereka juga punya bukti, tidak asal omong saja, " ujarnya.

Andaryoko juga memperlihatkan beberapa bukti yang dimilikinya berupa foto dirinya yang mirip dengan foto yang tertera di buku-buku ilmu sejarah. Dalam foto itu, ia tidak berkumis. Ia juga menunjukkan foto dirinya dengan kumis yang tidak jauh berbeda dengan foto pertama. Kumis itu dimaksukan oleh Andaryoko untuk menyembunyikan identitas dirinya.

Bukti lain terkait identitas dirinya sebagai Supriyadi tidak dimiliki oleh Andaryoko. Ia mengatakan sengaja tidak menyimpan identitas aslinya agar tidak diketahui orang lain.


Andaryoko menyebutkan alasannya menyembunyikan identitas sebagai Supriyadi karena menganggap pascakekalahannya memimpin pemberontakan PETA tahun 1945, situasi tidak aman. "Dulu lebih tepatnya karena malu, kami waktu itu kalah karena kurang personil dan persenjataan. Sekarang, saya kira situasi sudah memungkinkan untuk menceritakan yang sebenarnya, jadi saya ungkap semuanya, " tuturnya.

Cucu Andaryoko, Bachtiar (30) menyebutkan, sebenarnya Andaryoko sudah mulai menceritakan perihal Supriyadi kepadanya sejak tahun 2003. Waktu itu saya masih belum percaya. "Mulai saat itu, saya selalu mengamati tingkah laku eyang dan kegiatan-kegiatannya. Sepertinya memang benar karena semuanya menguatkan. Eyang tahu persis kejadian dengan detail dan bisa menjelaskannya dengan baik, " katanya.

Bachtiar mengungkapkan, tidak ada yang berbeda setelah Andaryoko mengungkapkan identitasnya sebagai Supriyadi. Ia hanya mengingatkan eyangnya akan risiko yang akan ditanggung setelah pengungkapan ini.

 


Editor

Terkini Lainnya

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Regional
Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Nasional
Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Regional
Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Regional
Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Regional
Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Regional
Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Regional
Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Edukasi
Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Regional
Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Edukasi
Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Regional
Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Megapolitan
Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Internasional
Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Nasional
Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Megapolitan

Close Ads X