Atasi Kanker Anak sejak Dini

Kompas.com - 16/07/2008, 11:36 WIB
Editor

KANKER adalah kata yang sangat menyeramkan bagi siapa pun. Jika seseorang telah divonis menderita penyakit ini, tentu yang tebersit dalam pikiran adalah harapan hidup yang semakin menipis.   

Namun demikian, anggapan menyeramkan ini tentu tak sepenuhnya benar. Apabila kanker dapat terdeteksi secara dini, maka peluang utuk sembuh semakin besar. Selain itu, harapan kesembuhan bagi anak-anak yang mengidap kanker relatif besar, bahkan bisa sampai 100 persen.

Seperti dungkapkan Kepala Hematologi Anak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Prof Djajadiman SpA (K) di Jakarta, Selasa (15/7), kanker pada anak-anak agak berbeda dengan kanker yang menyerang orang dewasa.

" Kanker pada anak dapat timbul sejak lahir atau setelah melewati usia bayi. Tak seperti kanker pada orang dewasa, kanker pada anak dapat disembuhkan hingga 100 persen kalau ditemukan masih dalam stadium awal. Tetapi pada orang dewasa, ada kemungkinan kanker dapat kambuh lagi," Djajadiman menjelaskan.

Ia menambahkan, kasus kanker pada anak saat ini mencapai sekitar 3 persen dari seluruh kejadian penyakit kanker. Secara umum, ada beberapa jenis kanker yang  menyerang anak-anak, seperti kanker darah (leukimia), kanker otak, kanker bola mata (retinoblastoma), kanker kelenjar getah bening, kanker saraf, kanker kelenjar otot, dan kanker tulang.  

"Tetapi kalau diurutkan dari sekian banyak, hanya dua jenis kanker yang paling sering ditemukan, yakni leukemia dan kanker bola mata," jelasnya.

Menurut data Organisasi Kanker Anak Dunia, kasus leukimia mencapai 25-35 persen dari seluruh kanker anak. Angka kejadian tertinggi dilaporkan terjadi pada usia 3-6 tahun dan lebih banyak menyerang anak perempuan. Sementara retinoblastoma adalah kanker yang banyak ditemukan di negara berkembang pada anak-anak usia 5 tahun ke bawah.  Angka kematian akibat penyakit ini mencapai 50-60 persen karena umumnya penderita datang terlambat atau sudah dalam stadium lanjut.   

Sulit dikenali
Menyoal gejala-gejala awal timbulnya kanker, Prof Djajadiman menjelaskan, kanker pada anak-anak agak sulit dikenali karena mereka seringkali tidak merasakan atau menceritakan keluhannya.

"Namun begitu, ada tanda-tanda umum yang harus diwaspadai oleh orangtua.  Dengan mengenal gejala ini, orangtua dapat lebih lanjut mengonsultasikannya kepada dokter," ujarnya.
    
Untuk kanker darah atau leukemia, lanjut Prof Djajadiman, gejala yang biasa muncul adalah anak kurang bergairah, lesu, dan lemah akibat penurunan kadar haemoglobin.  Gejala lain adalah demam dengan frekuensi tinggi akibat menurunnya kadar sel darah putih dan munculnya bintik-bintik berwarna biru atau merah akibat perdarahan, serta perut mengeras karena hati dan limpa membengkak.
    
"Karena prosesnya terjadi di tulang belakang, biasanya juga disertai rasa nyeri di tulang belakang pada malam hari.  Kadang juga ada benjolan di leher," katanya.
    
Sementara gejala retinoblastoma pada anak, lanjut Prof Djayadiman, lebih sulit lagi diketahui karena gejala awalnya tidak tampak. Gejala ini biasanya ditandai dengan adanya bintik putih pada bagian mata yang berwarna hitam.  Kalau sudah bintik putih tersebut membesar,  kemudian akan memantulkan cahaya yang masuk ke mata atau juga sering disebut mata kucing.
    
"Jadi karena ada reflek cahaya, tumor itu seperti bersinar. Tapi ini menandakan bahwa kanker ini sudah tidak terlalu dini," terangnya.
 
Lebih lanjut dia menjelaskan, bila gejala-gejala itu ditemukan pada anak sebaiknya orangtua segera membawanya ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya supaya dokter bisa membantu memastikan apakah anaknya terserang kanker.
       
Masih belum pasti

Mengenai penyebab kanker pada anak, Prof Djajadiman menyatakan hingga kini belum diketahui secara pasti oleh para ahli. Fakta ini pula yang menyebabkan upaya pencegahan kanker anak sulit dilakukan.

"Namun disinyalir penyebabnya adalah adanya pengaruh faktor genetik, seperti kelainan atau cacat  gen yang menyebabkan pertumbuhan sel menjadi tidak terkendali. Inilah yang menyebabkan kanker anak sulit dicegah. Karena jelas berbeda dengan kanker pada dewasa yang timbulnya bisa karena faktor perilaku dan gaya hidup," paparnya.

Mungkin bila suatu hari nanti penyebabnya dapat diketahui, Prof Djajadiman berpendapat, kanker pada anak dapat diatasi dengan metode terapi. "Terapinya mungkin dalam bentuk terapi gen dan bukan terapi untuk pencegahan," katanya.    

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.